BandungKlik – Yayasan Taruna Bakti (YTB) mendukung dan menggelar vaksinasi Covid-19 untuk peserta didik di lingkungannya. Hal ini dilakukan sebagai upaya percepatan herd immunity guna mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang aman dengan disiplin protokol kesehatan.

Kegiatan vaksinasi berlangsung di Kompleks Sekolah Taruna Bakti, Jalan LLRE. Martadinata, No. 52, Kota Bandung, Sabtu (14/08/2021). Vaksinasi diberikan kepada peserta didik di lingkungan YTB yang sudah berusia 12 tahun ke atas, mulai siswa SD Taruna Bakti, SMP Taruna Bakti, SMA Taruna Bakti, Akademi Sekretari & Manajemen Taruna Bakti, dan untuk umum.

Adapun kegiatan vaksinasi peserta didik di lingkungan YTB ini dilaksanakan berkat kolaborasi bersama Kodam III/Siliwangi yang menyediakan vaksin Covid-19 beserta tenaga medisnya.

“Vaksinasi Covid-19 dosis pertama ini diikuti oleh 808 peserta didik di lingkungan Yayasan Taruna Bakti. Bila melihat usia yang sudah 12 tahun ke atas dari peserta didik tercatat sekitar 1.500, sehingga sisanya sekitar 700-an peserta didik sudah mendapatkan vaksin di luar dari kegiatan ini,” tutur Ketua Umum Yayasan Taruna Bakti, Ibramsyah Amir, SE.,MBA.Tech.

“Yayasan Taruna Bakti sebelumnya telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada bulan April lalu bersama ASN hingga dosis ke-2,” tambahnya.

Silakan baca: Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Pamerkan Koleksi Sejarah

Dengan terlaksananya vaksinasi di lingkungan Yayasan Taruna Bakti, lanjut Ibramsyah, semakin dekat terselenggaranya herd immunity atau kekebalan kelompok yang semakin tinggi. Selain itu, juga guna mendukung pula environment atau lingkungan.

“Jadi bila siswanya sehat tapi dirumah ternyata ada yang sakit terpapar tentunya juga akan mempengaruhi herd immunity,” terangnya.

Yayasan Taruna Bakti Bandung
Vaksinasi peserta didik Yayasan Taruna Bakti Bandung.

Ibramsyah pun berharap dengan digelarnya kegiatan vaksinasi usia 12 tahun ke atas di lingkungan YTB dapat membuka harapan baru agar dunia pendidikan kembali melaksanakan proses pendidikan tatap muka.

Kodam III/Siliwangi

Acara juga turut dihadiri perwakilan Kodam III/Siliwangi, Dandenkeslap 03.03.01 Bandung Kesdam III Siliwangi, Mayor Ckm Suparman, S.Sos., S.Psi., M.M.Kes., selaku koordinator lapangan vaksinasi massal di Jawa Barat.

Mayor Ckm Suparman mengatakan, Kodam III/Siliwangi diberikan amanah oleh negara terkait program percepatan vaksinasi di Jawa Barat. Saat ini melalui Yayasan Taruna Bakti kepada penerima vaksin peserta didik usia 12 tahun ke atas.

“Kami dari Kodam III/Siliwangi mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Taruna Bakti yang sudah mempercayai TNI untuk berbuat yang baik dan terbaik bagi kesehatan di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.

“Kodam III/Siliwangi sangat support dengan kegiatan ini yang merupakan bagian dari keinginan kami agar masyarakat Jawa Barat kembali pulih seperti biasa dan melaksanakan aktivitas pendidikan seperti biasa,” tambah Mayor Ckm Suparman.

Silakan baca: Wisata Sambil Edukasi Nuklir di BATAN Bandung

Ia juga berharap, kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan secara terbuka kembali dan imun di kalangan pelajar dan mahasiswa sudah terbentuk. Sehingga kekhawatiran terinfeksi Covid-19 tidak terjadi.

Protokol Kesehatan

Penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 yang diikuti peserta didik dari Yayasan Taruna Bakti itu berjalan lancar dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan. Sebelum memasuki area Kompleks Sekolah Taruna Bakti, penerima vaksin diwajibkan mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Selanjutnya duduk berjaga jarak menunggu panggilan sesuai dengan nomor urut.

Vaksin Tarbak

Kemudian peserta memasuki ruangan vaksinasi yang sebelumnya sudah diukur suhu tubuhnya untuk melakukan proses screening atau pemeriksaan kesehatan. Usai divaksin, peserta akan beristirahat di ruang terbuka sebagai tempat observasi sambil menunggu cetakan Kartu Vaksinasi.

Para peserta pun tampak senang mengikuti rangkaian kegiatan. Seperti Rayesha Reyhan Rizquena (14) siswi kelas 8 SMP Taruna Bakti yang mengaku sangat senang mengikuti vaksinasi. Karena ingin segera kembali bersekolah tatap muka bersama teman dan guru.

“Saya tidak takut saat divaksin, tapi sedikit gugup saja bertemu dengan banyak orang. Biasanya bertemu di online saat daring, sekarang bisa ketemu langsung. Kangen rasanya untuk segera masuk sekolah kembali,” ujarnya.

Rayesha juga menambahkan, “Vaksinnya tadi agak sedikit sakit tapi enggak kenapa-kenapa sih. Sudah beberapa menit istirahat di tenda observasi tidak ada keluhan kok”.

Silakan baca: Museum Kota Bandung, Kenalkan Sejarah Kota Bandung

“Semoga teman-teman segera vaksin, biar cepet belajar tatap muka di sekolah. Tapi tetap harus disiplin protokol kesehatan di mana saja sih, baik di sekolah maupun di rumah,” pungkas Rayesha.*