BandungKlik – Saat berwisata ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), jangan lupa mampir ke Kampung Budaya Compang To’e Melo. Di sana wisatawan bisa menyaksikan eksotisme pemandangan alam Indonesia timur.

Lokasi Kampung Budaya Compang To’e Melo terletak di Desa Liang-Ndara, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Berjarak sekira 70 km dari pusat kota Labuan Bajo, tak jauh dari jalan utama Trans Flores. Perjalanannya selama 1 jam menggunakan kendaraan roda dua atau empat, dengan kondisi jalan yang mulus.

Selain itu, Kampung Budaya Compang To’e Melo menyuguhkan panorama alam yang memesona. Dari ketinggian 624 mdpl, wisatawan bisa menikmati keindahan lanskap Pulau Flores.

Meski NTT identik dengan kawasan wisata pantai, laut, dan pulau-pulau dengan teriknya matahari serta suhu udara panas. Namun, di kampung tersebut justru berbeda, hawanya sejuk khas pegunungan.

Silakan baca: Desa Bena di NTT, Sudah Ada Sejak 1200 Tahun Lalu

Wisatawan juga tak perlu repot berjalan mendaki hingga berkilo-kilo meter untuk menuju ke sana. Bahkan disarankan menyiapkan jaket, terlebih jika berencana menginap. Karena suhunya berkisar antara 10 derajat hingga 20 derajat celcius.

Atraksi Wisata

Jika ingin menginap, tersedia dua homestay untuk tempat bermalam. Di tempat ini, wisatawan juga bisa menyaksikan tarian Khas Manggarai. Biasa digelar dalam upacara penyambutan rombongan wisatawan yang berkunjung.

Tarian khasi ini disebut Tari Caci. Dibawakan para pria asli Kampung Budaya Compang To’e Melo dengan menggunakan konstum tradisional. Lengkap memakai topi dan membawa pecut serta tameng.

Kampung Budaya Compang To e Melo
Suasana yang asri dan nyaman di Compang To’e Melo.

Gerakan tarinya mirip seperti tarian perang dengan adegan saling memberikan perlawanan, saling  serang, dan saling cambuk. Tari Caci memiliki nilai filosofis, yaitu sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan sebagai Sang Pencipta semesta.

Coba juga untuk berkeliling kampung sambil menyaksikan aktivitas warga yang mayoritas bertani dan dikenal ramah. Agar lebih lengkap kenali dan belajar tentang budaya setempat.

Setelah puas berkeliling, siapkan kocek untuk belanja produk ekraf sebagai cendera mata untuk dibawa pulang. Tersedia berbagai kerajinan tangan, seperti tenun songket, keranjang, topi, compang (peci khas Manggarai), dan kesetan.

Silakan baca: Kasepuhan Cipta Mulya, Tetap Menjaga Tradisi Leluhur

Kemudian nikmati pula produk makanan berupa kopi khas NTT dan gula aren yang dijual di Kampung Budaya Compang To’e Melo. Tempat belanja di sana pun sudah dilengkapi metode pembayaran menggunakan QRIS. Jadi tak perlu khawatir jika tidak membawa uang tunai.*

 

 

Sumber & Foto: indonesia.travel