BandungKlik – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Kehutanan Jawa Barat (Dishut Jabar) menggelar event West Java Forest Festival 2023. Acara dengan tema “Ngamumule Leuweung” tersebut berlangsung di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Kab. Bandung, Minggu, (20/8/23).

West Java Forest Festival 2023 dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kemudian Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Bambang Supriyanto. Serta Kepala Dishut Jabar, Dodit Ardian Pancapana dan jajarannya.

Penyelenggaraan acara tersebut merupakan bentuk perayaan atas keberhasilan Pemprov Jawa Barat dalam program Gerakan Tanam dan Pelihara 50 juta pohon. Selama lima tahun program bergulir, jumlah pohon yang ditanam mencapaisekitar 80 juta bibit pohon atau 166 persen dari target. Berkat capaian itu, tercatat sedikitnya 81.000 hektare lahan kritis di Jabar kembali menghijau.

Keberhasilan itu pun disampaikan Ridwan Kamil dalam sambutannya di acara West Java Forest Festival 2023.

“Rumusnya keberhasilannya begini, kalau ada masyarakat Jabar yang berbahagia, sumbang pohon. Ulang tahun satu pohon, menikah sepuluh pohon. Kemudian membangun rumah atau bangunan lain 1.000 pohon karena sudah mengubah lahan jadi bangunan. Dengan begitu, masyarakat pun berlomba-lomba ikut menanam pohon,” ungkap aKang Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil.

Fungsi Ekonomi Hutan

Hal senada juga disampaikan Kadishut Jabar, Dodit Ardian dalam laporannya. Ia mengatakan, keberhasilan Jawa Barat melampaui target penanaman 50 juta pohon berkat kolaborasi berbagai pihak.

“Mulai dari pemerintah pusat, daerah, masyarakat, komunitas, dan lainnya. Dengan misi hutan lestari masyarakat sejahtera. Sehingga hutan tidak hanya sebagai sumber oksigen dan keseimbangan ekologi. Tapi juga di sisi lain ada fungsi ekonomi yang berbasis kehutanan,” papar Dodit.

Sementara itu, terkait West Java Forest Festival, Dodit mengatakan, acara ini sebagai bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat. Tentang hal-hal yang telah dilakukan komponen-komponen kehutanan Jawa Barat.

Silakan baca: Melepas Penat di Kawasan Konservasi Tahura Djuanda

“Melalui festival ini, kita ingin menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan komponen-komponen kehutanan Jawa Barat. Serta sebagai semangat untuk mendorong dan menjaga kelestarian hutan di Jawa Barat. Sehingga tidak hanya di sekitar hutan saja, tapi menggema ke seluruh Jawa Barat,” ungkapnya.

Apresiasi KLHK RI

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama, Dirjen PSKL KLHK RI Bambang Supriyanto menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan West Java Forest Festival 2023.

Ia mengatakan, West Java Forest Festival 2023 sejalan dengan program KLHK dalam menyusun kegiatan yang menjadi ajang untuk mempromosikan raihan pencapaian kegiatan kehutanan.

“Penyelenggaraan acara ini juga untuk peningkatan wawasan masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan. Baik itu dari segi produksi hutan unggulan, peningkatan nilai tambah hasil hutan, dan hasil hutan lestari,” sebutnya.

Atas keberhasilan itulah, secara khusus Bambang mengundang Pemprov Jabar untuk ikut memeriahkan acara Festival Hutan Lestari KLHK RI. Kegiatan yang akan diselenggarakan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada September 2023 mendatang.

“Izin Pak Gubernur, tanggal 16-18 September nanti kita undang ke Jakarta. Kita ada acara di GBK, kita undang Jawa Barat untuk mengisi stand acara bertajuk ‘Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera’. Ini sebagai apresiasi terhadap penyelenggaraan Forest Festival ini,” imbuhnya.

Lima Ekor Rusa & Maskot Baru Tahura Ir. Djuanda
West Java Forest Fest 2023
Gubernur Ridwan Kamil didampingi Kadishut Jabar Dodit saat menanam pohon. (BandungKlik/Iwan)

Pada festival tersebut, Kang Emil melepasliarkan lima ekor rusa di gelombang pertama untuk dikembangkan di Tahura Ir. Djuanda. Serta menanam satu pohon sebagai simbol dalam upaya mengembalikan fungsi ekologi Tahura.

“Gelombang pertama sekarang lima ekor rusa. Nanti insyaallah ada gelombang berikutnya. Sebagai kado istimewa saya akan memberi nama kelima ekor rusa tersebut dengan nama lima orang yang menyumbang pohon pada acara hari ini,” ucapnya.

Dalam acara West Java Forest Festival 2023 ini, Kang Emil juga meluncurkan maskot baru Tahura Djuanda. Maskot yang diberi nama “Monta si Monyet Tahura” yang dipilih dari lomba desain logo dan maskot Tahura beberapa waktu lalu.

Silakan baca: Teras Cikapundung, Wisata Edukasi di Bandung

Festival pun dimeriahkan panggung hiburan dengan menampilkan sejumlah musisi dan seni tradisional. Di antaranya Ebith Beat A, Manshur Angklung, pencak silat, dan lainnya. Tersedia pula sejumlah pameran produk dengan tenant-tenant yang menyajikan ragam produk UMKM.*