Wajit Cililin, Sudah “Giung” Sejak Lahir

wajit cililin
Wajit, salah satu kuliner tradisional khas Kabupaten Bandung Barat. (Dok. Cililin Channel).*

 

BandungKlik – Ketika ditanya tentang wajit, ingatan kebanyakan orang pasti akan tertuju ke salah satu daerah di Kabupaten Bandung Barat. Betul, Cililin!

Di Kecamatan Cillin, bukan suatu hal yang sulit mencari wajit. Apa sebab? Sedari dulu daerah ini sudah masyhur sebagai penghasil wajit. Salah satu sentra produksinya berada di Kampung Sumurbandung, tak jauh dari alun-alun kecamatan tersebut. Beberapa produknya adalah wajit Hj Romlah, Pusaka, dan Medal Sari yang diproduksi Hj Juhaenah.

Selain Cililin, wajit juga dihasilkan di Kampung Sayuran dan Cisaronge Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Dari dapur produksinya lahir wajit dengan beragam nama dagang, seperti Madurasa, Tujuh Bersaudara, dan Sederhana.

Saking populer dan melegenda, nama penganan tradisional ini tak asing lagi khususnya di Tatar Priangan. Wajit Cililin sudah puluhan tahun hadir dan menambah khazanah camilan lokal yang terus berkembang hingga sekarang.

“Wajit Cililin sudah ada sejak tahun 1916 – 1917 dan diteruskan secara turun-temurun,” kata Founder Cililin Channel Gan Gan Ridwan, Sabtu (16/1/2021).

Berbagai toko oleh-oleh di Cililin dapat dipastikan saban hari menjajakan wajit andalannya. Demikian juga di pasar-pasar tradisional. Namun, belakangan wajit hadir dengan varian baru.

Di tangan kreatif, cita rasa wajit diolah menjadi bahan dasar untuk di-mixed dengan bahan lain. Alhasil, memunculkan penganan baru yang tak kalah lezatnya. “Semua ini gara-gara wajit. Banyak kuliner baru yang bisa dikreasi dari wajit. Ada brownies wajit, cokelat wajit, dan roti wajit,” kata Gan Gan.

Di luar popularitasnya, sebetulnya wajit terbuat dari bahan dasar yang banyak dijumpai di pasar. Sebut saja beras ketan, gula aren, kelapa dan vanili untuk menambah harum aromanya. Ciri oleh-oleh  khas Kabupaten Bandung Barat ini bentuknya mirip piramida dan dibungkus anggun dengan daun jagung yang sudah kering.

Camilan legit ini sangat cocok disajikan bersama dengan teh tawar hangat. Sebab, wajit sudah giung (sangat manis) sejak lahir. *

Silakan baca:

Galendo, Oleh-oleh Khas Ciamis, Jawa Barat