Transportasi & Pariwisata Paling Terdampak Larangan Mudik

DAMRI Jakarta Malang
Armada DAMRI Antar Kota. (dok. DAMRI)

 

BandungKlik – Transportasi dan pariwisata dinilai paling terdampak larangan mudik Lebaran 2021/ Idulfitri 1442 H. Hal tersebut disampaikan peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan.

“Dampak dari larangan mudik ini nampaknya akan berpusat pada industri transportasi dan pariwisata yang sampai kuartal I 2021 masih jauh lebih rendah daripada sektor-sektor lainnya,” kata Pinkan di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (28/3/2021).

Pada Jumat (26/3/2021), pemerintah telah memutuskan melarang aktivitas mudik Lebaran tahun ini. Keputusan diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang dipimpin Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Silakan baca: Pemerintah Putuskan Larang Aktivitas Mudik Lebaran 2021

Sektor transportasi dan pariwisata memang sedang akan bangkit. Hingga awal 2021, kedua sektor tersebut belum juga mengalami perbaikan yang signifikan. Salah satu penyebabnya adalah adanya kebijakan pembatasan kegiatan serta larangan masuk bagi wisatawan mancanegara.

Kemenparekraf mencatat adanya penurunan kunjungan wisatawan mancanegara dan devisa. Pada 2020 turis asing yang datang hanya 4 juta kunjungan, sedangkan devisa sekira 3,54 juta dolar Amerika Serikat.

Di luar sektor transportasi dan parwisata, Pingkan mengatakan, larangan mudik Lebaran 2021 diperkirakan tidak akan mempengaruhi perekonomian secara signifikan. Kata dia, peningkatan konsumsi masyarakat pada momentum Lebaran bakal terpusat di daerah.

“Biasanya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran akan meningkat karena ada THR maupun penerima bansos. Saya rasa untuk hal ini tetap akan berkontribusi tetapi hanya akan terpusat di daerah tersebut saja,” katan Pingkan.

Terlepas dari kebijakan larangan mudik, berkaca dari pengalaman tahun lalu, kata Pingkan, pemerintah diharapkan lebih konsisten atas kebijakan-kebijakan yang diambil. Menurutnya, konsistensi dan komunikasi publik yang baik akan membantu industri khususnya yang terdampak langsung, seperti transportasi dan pariwisata.

“Hal ini tentu akan membantu para pelaku usaha untuk dapat menyiapkan strategi dalam menyikapi kondisi tahun ini,” kata Pinkan. *