Trail of Civilization Kembangkan Travel Pattern Borobudur

candi borobudur
Candi Borobudur. (Irwan Akhmad/ BandungKlik).*

 

BandungKlik – Kemenparekraf menghadirkan “Trail of Civilization”. Ya, ini merupakan sebuah upaya mengembangkan travel pattern (pola perjalanan) di kawasan Borobudur.

Menparekraf Sandiaga Uno dan jajarannya melakukan uji coba perjalanan ini lewat “Borobudur Trail of Civilization”. Perjalanan disusun seturut relief yang terdapat di dinding candi. Relief-relief tersebut menggambarkan peradaban kehidupan masyarakat sejak zaman kerajaan Hindu-Budha di tanah Jawa.

Melalui perjalanan ini, wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang berkesan.

“Dalam kunjungan ke Borobudur yang merupakan destinasi superprioritas kita harus menghadirkan pengalaman unik,” ujar Sandiaga, dikutip dari kemenparekraf.go.id, Rabu (23/6/2021).

Kata dia, uji coba “Borobudur Trail of Civilization” adalah sebuah langkah pengembangan kawasan Candi Borobudur. Rangkaian agenda berlangsung pada 21-23 Juni. Peserta dengan skala kecil melakukan berbagai aktivitas fun lainnya, seperti yoga, bertani, dan membuat kerajinan tangan gerabah.

“Harapannya wisata yang localized, customized, and smaller in size ini bisa kita hadirkan,” ujar Sandiaga.

Lebih jauh, Sandiaga berharap, pola perjalanan ini dapat memperkaya kunjungan wisatawan. Selain itu, dapat memperlama durasi tinggal dan meningkatkan kualitas kunjungan serta belanja wisatawan.

Ada lima pola perjalanan dalam kegiatan yang diujicobakan. Yaitu Ancient Kingdom Trail, Joglosemar Historic Trail, Buddhist Pilgrimage, Edu Trail, dan The Classical Indonesia Batik Route.

Salah satu tujuan uji coba tersebut untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan di masa yang akan datang. Adapun potensi kunjungan wisatawan ke Magelang dan sekitarnya antara 8 dan 12 juta orang.

Sandiaga optimistis “Trail of Civilization” atau jejak peradaban ini menjadi daya tarik yang luar biasa. Pendekatan pariwisata menjadi lebih berkualitas dan memiliki dampak berkelanjutan dan kelestarian lingkungan.

“Kita harus siapkan Borobudur era baru yang lebih berkelanjutan. Kunjungan wisatawan bisa menghadirkan peluang usaha dan terbukanya lapangan kerja,” ujar Sandiaga.

Tidak menutup kemungkinan “Trail of Civilization” ini diterapkan di destinasi superprioritas lainnya. *

 

Silakan baca: Candi Borobudur, Inspirasi Peradaban Manusia

Silakan baca: Punthuk Setumbu, Spot Sunrise dan Siluet Borobudur