BandungKlik – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, jemaah calon haji yang memasuki Mekah semakin banyak. Tak dimungkiri, kejadian jemaah calon haji asal Indonesia yang tersesat atau hilang selama beribadah di Masjidil Haram selalu ada.

Umumnya mereka yang tersesat adalah jemaah yang berusia relatif lanjut atau dari daerah yang kurang berpengalaman bepergian jauh apalagi ke luar negeri. Akan tetapi, bukan berarti jemaah yang sudah berpengalaman, relatif usia muda atau orang perkotaan juga tidak ada kemungkinan mengalaminya.

Paling tidak ada beberapa tips agar jemaah tidak tersesat selepas beribadah di Masjidil Haram.

  • Bawalah selalu identitas jemaah haji Indonesia berupa gelang jemaah, gelang maktab dan kartu identitas jemaah. Di dalam gelang dan kartu identitas tertera identitas jemaah dan maktab tempat tinggal jemaah.
  • Bawalah identitas hotel. Biasanya hotel menyediakan kartu yang memuat nama hotel, alamat, dan nomor telepon.
  • Upayakan setiap hendak pergi dan pulang beribadah di Masjidil Haram selalu bersama rombongan.
  • Saat hendak memasuki Masjidil Haram perhatikan nomor pintu masuk dengan mengingat, mencatat atau memfotonya. Dengan begitu, jemaah punya patokan saat keluar di pintu yang sama.
  • Jika ada, pakailah selalu syal jemaah.
  • Bagi jemaah yang menumpang Bus Shalawat, perhatikan stiker yang menempel di bus karena mencantumkan rute dan nomor yang berbeda.

Jika terlanjur tersesat

Apabila jemaah sudah terlanjur tersesat, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan.

  • Jangan panik dan bertindak berlebihan. Perhatikan maktab atau hotel sekeliling dengan saksama dan tenang. Perhatikan pula hotel atau tempat yang memasang bendera merah putih.
  • Selanjutnya, masuklah ke hotel atau tempat tersebut lalu cari petugas Indonesia (PPIH).
  • Sampaikan kepada petugas di mana hotel mana jemaah tinggal.
  • Setelah proses administrasi, petugas akan mengantar jemaah ke hotel jemaah tinggal.
  • Jika jemaah menjumpai petugas Indonesia di jalan bisa langsung meminta bantuannya. Biasanya petugas memakai topi dan rompi yang memuat nama dan bendera Indonesia.*

Silakan baca:

Selain Air Zamzam, Ini 8 Oleh-Oleh Populer Jemaah Haji