BandungKlik – Pemerintah Thailand sudah membuka kembali kran pariwisata “pulau surga” Phuket untuk turis sejak 1 Juli 2021 lalu. Ratusan turis asing yang sudah divaksinasi tiba di pulau resor itu pada Kamis.

Disampaikan pemerintah, tujuan dibukanya Phuket untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang hancur akibat pandemi Covid-19.

Melalui perencanaan “Phuket Sandbox”, turis asing yang divaksinasi Covid-19 tak perlu menghabiskan waktu di karantina. Mereka dapat berjalan-jalan dengan bebas di sekitar pulau indah itu.

Setelah 14 hari, asalkan tiga tes virus corona yang harus mereka lakukan hasilnya negatif, mereka dapat bepergian ke tempat lain di Thailand.

Perasaan senang dan gembira datang dari turis asing yang melancong ke Phuket. Seperti halnya dirasakan Ian Shore. “Saya sangat senang berada di sini,” kata turis asal Inggris yang terbang dari Abu Dhabi, dikutip dari Reuters. “Apa yang bisa lebih baik daripada terjebak di pulau surga?” katanya.

Hampir 400 orang tiba di Phuket pada hari pertama pembukaan kembali pulau resor itu.

Silakan baca: Spa dan Retret Kesehatan Favorit di Bali

Disampaikan pemerintah setempat, jutaan orang mengunjungi Phuket setiap tahun sebelum pandemi. Pemerintah berharap pembukaan kembali industri pariwisata ini membantu menyelamatkan perekonomiannya.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha terbang ke Phuket untuk pengawasan. Ia mengatakan keberhasilan percontohan ini akan membuka jalan bagi pembukaan kembali perbatasan Thailand yang lebih luas. Rencananya hal ini akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Melihat situasi saat ini, pemerintah berharap sekira 100 ribu turis asing mengunjungi Phuket pada kuartal ketiga 2021. Menurut perhitungan, diproyeksikan pendapatan yang bakal diraup sebesar 8,9 miliar baht (sekitar $278 juta).

Tahun lalu, Thailand kehilangan sekitar $50 miliar di sektor pendapatan pariwisata karena kunjungan turis asing turun 83% menjadi 6,7 juta. Rekor tahun 2019 tercatat 39,9 juta orang.

Prayuth juga mengatakan, kebijakan membuka kembali Phuket di tengah pandemi berisiko.

“Kami tahu ada risikonya tapi kami harus menerima risiko itu agar orang Thailand bisa mencari nafkah,” ujar Prayuth. *

 

Silakan baca: Inilah 5 Pantai Indah Memesona di Natuna