Terminal Bandara Sam Ratulangi Padukan Konsep Tradisional & Modern

Bandara Sam Ratulangi
Bandara Sam Ratulangi Manado. (dok. AP I)

 

BandungKlik – Terminal penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado yang baru, tampil dengan memadukan konsep tradisional dan modern. Pembangunan perluasan terminal ini dilakukan Angkasa Pura Airports (AP I) sebagai pengembangan berbagai bandaranya, termasuk Bandara Sam Ratulangi Manado.

Mengutip dari laman AP I, Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi menyampaikan, pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado dilakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata Sulawesi Utara, khususnya Likupang sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas.

“Walaupun saat ini kondisi industri pariwisata cukup terpukul dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebar luas di hampir seluruh penjuru dunia dan menurunkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan, namun dalam jangka panjang potensi pertumbuhan industri pariwisata cukup tinggi,” ungkap Fahmi.

Sentuhan tradisional pada desain terminal bandara ini, berupa motif batik Tarawesan Pareday yang tercipta dalam bentuk geometris menyerupai sebuah perulangan garis. Sebagai bentuk representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia yang hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah. Sisi modern akan tampak pada fasilitas-fasilitas terminal yang berstandar internasional.

Pengembangan bandara ini memperluas terminal penumpang menjadi 57.296 m2 dari sebelumnya 26.481 m2. Sehingga Bandara Sam Ratulangi mampu menampung sampai 5,7 juta penumpang per tahun dibanding sebelumnya yang hanya 2,6 juta per tahun.

Silakan baca: Ragam Kuliner Khas Likupang dan Sekitarnya

Sekadar informasi, pada 2019 bandara tersebut telah melayani 2,2 juta penumpang, dengan 22,7 ribu pergerakan pesawat, serta 13.601.241 kg kargo. Sementara pada 2020, trafik penumpang sebanyak 938.705 penumpang, trafik pesawat sebesar 12.435 pesawat, dan trafik kargo sebesar 15.250.319 kg.

Dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari penambahan fix bridge dari 3 unit menjadi 5 unit. Konter check-in dari 30 unit menjadi 45 unit. Area parkir yang semula dapat menampung 350 kendaraan roda empat, nantinya mampu menampung hingga 650 kendaraan. Untuk roda dua yang semula dapat menampung 734 unit menjadi 760 unit.

Bandara Manado ini merupakan gerbang internasional di bagian utara Indonesia. Sebelum pandemi, banyak penerbangan internasional dari dan menuju beberapa kota di China, seperti Guiyang, Hangzhou, Shanghai, Shenzen, Makau, Chengdu, Chonhqing, dan lainnya.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi TPI I Manado, sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 116.144 turis Cina masuk ke Sulawesi Utara melalui Bandara Sam Ratulangi Manado atau meningkat 8,5% dibandingkan tahun 2018.

Silakan baca: Likupang Suguhkan Wisata Bahari dan Legenda Bidadari

Bandara Sam Ratulangi termasuk salah satu dari 4 bandara yang ditargetkan selesai pengembangannya pada tahun 2021 ini. Tiga bandara lainnya, yakni Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.*