BandungKlik – Paralayang menjadi salah satu aktivitas olahraga yang digemari wisatawan, salah satunya untuk melihat dan menikmati keindahan lanskap dari ketinggian. Akan tetapi, terbang di angkasa seperti itu bukanlah tanpa risiko dan butuh persiapan matang.

Lantas, bagaimana persiapan paralayang agar bisa terbang dengan aman dan nyaman?

Ada beberapa hal yang mesti dilakukan wisatawan yang tertarik mencoba paralayang. “Paralayang itu salah satu olahraga yang ketat. Tahapannya pun banyak dan sangat bergantung pada alam, tepatnya angin,” ujar Aries Pribaya, beberapa waktu lalu.

Aries adalah instruktur sekaligus salah seorang pelopor paralayang di Gunung Panten Kabupaten Majalengka. Ia mengantongi lisensi paralayang dari Federasi Aero Sport Indonesia dan sudah terbang lebih dari 3.000 loncatan (take off).

Menurut dia, wisatawan yang terbang tandem tak perlu harus punya lisensi terlebih dahulu. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dari mulai terbang hingga mendarat.

Dikatakannya, batasan berat badan bagi peserta tandem antara 40-100 kilogram. Usia minimal yang diperbolehkan adalah lima tahun dengan peralatan keamanan yang kompatibel dengan ukuran anak pada umur itu.

“Yang menjadi masalah itu kalau sudah takut ketinggian. Yang penting siap dan punya mental berani. Apalagi jika terbang tandem, wisatawan tak perlu merasa khawatir karena cukup duduk tenang menikmati pemandangan,” kata pilot paralayang berpengalaman itu.

Dalam hal persiapan pakaian, standar yang disosialisasikan federasi aeronautical adalah menggunakan helm, jaket, celana panjang dan sepatu tinggi.

“Kalau baju sebenarnya menyesuaikan lokasi juga. Di luar negeri lebih dingin, jaketnya yang tebal. Kalau di sini cuacanya gak terlalu dingin, biasanya standar pakai jaket saja. Biasanya baru terasa lebih dingin kalau masuk awan,” kata Aries menjelaskan.

Silakan baca: Tujuh Lokasi Wisata Paralayang Favorit di Jawa Barat

Pakaian olahraga atau outdoor

Lebih jauh Aries menyarankan, sebaiknya wisatawan menggunakan celana panjang baik olahraga maupun celana outdoor agar lebih nyaman dan aman. Sedangkan sepatu, masih kata dia, bagi wisatawan tak menjadi soal menggunakan yang pendek.

“Sepatu khusus atlet paralayang dan gantole harus menutupi mata kaki agar jika gagal take off atau landing tidak cedera saat berlari atau tersandung. Buat wisatawan terbang tandem, tidak masalah pakai sepatu pendek,” kata Aries.

Sementara itu, helm yang akan digunakan wisatawan sudah disiapkan operator. Sebenarnya, kata Aries, gunanya helm bukan saat terbang. Helm berguna untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko benturan. Terkadang terjadi salah take off atau landing yang memaksa penerbang harus berguling di atas tanah yang berbatu atau tidak rata. *

Silakan baca: Kiat Aman Bermain Rafting bagi Pemula