Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Bandung Ditutup

Tempat wisata Bandung
Konferensi pers usai Rapat Terbatas di Balai Kota Bandung, Rabu, (16/6/2021). (dok. jabarprov)

 

BandungKlik – Seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19, Kota Bandung kembali memberlakukan pengetatan. Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 Kota Bandung Oded M. Danial menyatakan pengetatan sebagai langkah penanganan COVID-19. Pengetatan meliputi hotel, pusat perbelanjaan, restoran, tempat wisata dan tempat hiburan di Kota Bandung.

Ditambah lagi, status siaga 1 di Bandung Raya dinyatakan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, terkait pada label kewaspadaan wilayah Kabupatan Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang berada di zona merah.

Oded juga menyampaikan, kebijakan ini sejalan dengan arahan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka menekan penyebaran virus. Oleh karenanya, sejumlah sektor kini dibatasi hingga dalam kurun waktu dua pekan ke depan.

“Kalau melihat perkembangan kasus ini terjadi lonjakan cukup signifikan terutama di 15 Mei sampai 15 Juni. Setelah berdiskusi dengan banyak pihak, kami menyimpulkan kebijakan bahwa dilakukan penutupan tempat hiburan dan tempat wisata selama  14 hari,” ucap Oded usai menggelar rapat terbatas di Balai Kota Bandung, Rabu, (16/6/2021), dikutip dari laman jabarprov.go.id.

Kemudian untuk restoran dan rumah makan hanya diizinkan melayani take away. Sehingga dilarang untuk melayani makan di tempat. Jam operasionalnya juga hanya diperkenankan sampai pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya, pembatasan jam operasional bagi ritel, toko moderen, pusat perbelanjaan, dan mal hanya sampai pukul 19.00 WIB.

“Jam operasional pasar tradisional hanya sampai pukul 10.00 WIB pagi,” ujar Oded dalam konferensi persnya.

Silakan baca: Wisatawan Diimbau Tak Datang Dulu ke Bandung Raya

Oded juga menyatakan, dari hasil rapat tersebut kegiatan pertemuan di hotel juga tidak diperbolehkan. Tanpa terkecuali untuk pelaksanaan acara pesta resepsi pernikahan yang sementara ini tidak akan diizinkan.

“Pernikahan hanya untuk akad nikah saja dan dihadiri maksimal itu 50 orang,” imbuhnya.

Selain itu, Oded meminta, Posko Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus disiagakan kembali di seluruh kelurahan. Dari 151 kelurahan, hingga kini tercatat sudah ada 131 kelurahan yang menerapkan posko PPKM.

“Sisa kelurahan sudah diminta untuk mengaktifkan posko PPKM. Kita akan laksanakan sampai partikel sosial terendah. Walau pun ada di kelurahan tapi diteruskan diperkuat sampai ke tingkat RT dan RW,” lanjutnya.

Atas situasi ini Oded menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak akan menerima kunjungan dari luar kota untuk sementara waktu. Sementara instansi yang berada di Kota Bandung juga diimbau untuk melakukan Work From Home (WFH) sebesar 50 persen.

Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kebijakan Pemkot Bandung yang dalam waktu dua pekan terakhir tengah fokus melaksanakan uji coba pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Silakan baca: Tips Aman dan Nyaman Berwisata di Masa Pandemi

“Simulasi PTM dihentikan untuk saat ini. Kita masih menunggu untuk PTM ini sesuai instruksi dari pusat terkait pelaksanaan PTM pada Juli,” ucapnya.*