BandungKlik – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pengembangan wisata kesehatan (wellness tourism) dan herbal tourism. Salah satunya Tawangmangu di Solo, Jawa Tengah sebagai destinasi herbal tourism.

Dipilihnya Tawangmangu sebagai destinasi herbal tourism juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, di sana sudah terdapat pusat kesehatan herbal milik Kementerian Kesehatan, yang berpotensi mendorong perkembangan herbal tourism di Indonesia.

Kemudian pengobatan tradisional menggunakan bahan-bahan herbal di daerah ini telah teruji secara ilmiah. Sebab, sudah memiliki program saintifikasi jamu dan setiap herbal diuji keamanan, mutu, serta khasiatnya sampai layak untuk dikonsumsi.

Nantinya, jamu sebagai minuman tradisional khas Indonesia sangat memungkinkan dijadikan daya tarik wisata kesehatan di Tawangmangu. Ditambah lagi, memiliki banyak produksi minuman berbahan herbal yang sangat berpotensi sebagai destinasi herbal tourism di Indonesia.

Jamu Asli

Di Tawangmangu ini, setidaknya ada sekitar 800 jenis tanaman herbal yang dibudidayakan. Semua koleksi tanaman obat di sana, berkhasiat untuk mencegah sekaligus mengobati berbagai penyakit.

Semisal, tanaman obat sambiloto yang dapat mencegah diabetes, pace yang mengandung antioksidan tinggi, tempuyung untuk melancarkan air seni, dan daun handeuleum untuk mengatasi wasir.

Ada pula obat herbal lainnya, seperti kunyit yang bisa mengobati maag, seledri untuk mengatasi hipertensi, hingga daun jambu biji untuk mengatasi diare telah diuji klinis di Tawangmangu.

Silakan baca: Inilah Destinasi Wisata Kebugaran di Indonesia

Tak hanya jamu-jamuan, wilayah tersebut pun mengembangkan potensi aroma terapi, meditasi, makanan sehat, hingga jelajah alam. Wisatawan juga akan diberikan informasi tentang sejarah jamu dan tradisi herbal Jawa sebagai satu paket wisata.