Sustainable Tourism Indonesia Diusung pada ITB Berlin 2021

itb berlin 2021
Dubes RI untuk Jerman Arif Oegroseno (kiri bawah) dalam pertemuan virtual di ITB Berlin 2021. (dok. kemlu.go.id/ KBRI Berlin).*

 

BandungKlik – Sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan Indonesia menjadi tema yang diusung Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno. Ia memaparkannya saat menjadi panelis diskusi pada ajang Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin 2021, Jumat (12/3/2021).

ITB Berlin 2021 yang rutin digelar setiap Maret ini merupakan ajang pameran industri pariwisata terbesar dunia. Tak hanya itu, pameran ini juga menjadi salah satu ajang utama promosi pariwisata Indonesia di mancanegara.

Bersama panelis lain dari Jerman, Finlandia, Israel, dan OECD, Oegroseno mewakili Indonesia menyampaikan “Economic Sustainability: Recovery and Resilience of Destinations” dalam forum ITB Convention.

“Indonesia adalah salah satu contoh baik ketahanan pariwisata (tourism resilience) karena memiliki berbagai tantangan seperti bencana alam dan terorisme,” ujar Oegroseno. Ia mencontohkan pariwisata Indonesia bisa cepat pulih dari tantangan eksternal semisal bencana gempa, tsunami, dan gunungapi.

Panel diskusi menyoroti sejumlah isu terkait tantangan yang dihadapi sektor pariwisata di tengah pandemi global. Begitu juga dengan pencarian metode terbaik dalam upaya pemulihan dunia pariwisata. Salah satunya melalui sustainable destinations, pengembangan tourism resilience dan sustainable investments.

Dikutip dari laman kemlu.go.id, keikutsertaan Indonesia di ITB Berlin dibantu Kemenparekraf dan Kedutaan Besar RI di Berlin Jerman.

Bersaing dengan lebih dari 10 ribu ekshibitor lain dari 181 negara, ratusan pelaku industri pariwisata Indonesia selalu hadir di ITB Berlin. Tak lain, tujuannya untuk mempromosikan dan menjual beragam paket wisata kepada pengunjung. Pada 2019 jumlahnya mencapai 160 ribu orang. Namun, ITB Berlin 2020 dibatalkan lantaran pandemi.

Tahun ini, ITB Berlin ke-55, digelar murni secara digital untuk pertama kalinya sejak gelaran perdana 1966. Ajang ini menjadi wadah pertukaran pikiran dan gagasan untuk perbaikan bisnis pariwisata internasional melalui forum ITB Convention.

Meski pameran pariwisata kali ini tidak diselenggarakan secara fisik tetapi masih mampu menarik keikutsertaan 3.501 ekshibitor virtual. *

Silakan baca:

Jaga Eksistensi Pariwisata, Kemenparekraf Ikut ITB Berlin 2021