Sungai Terpendek di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

sungai terpendek
Wisatawan bermain river tubing di Sungai Tamborasi. (dok. antara).*

 

BandungKlik – Indonesia adalah negara kepulauan dengan bentang alam yang mengagumkan. Siapa sangka, ternyata negara maritim ini punya sungai terpendek di dunia. Sungai apakah gerangan?

Jika Sungai Nil di Mesir menyandang predikat sebagai sungai terpanjang di dunia, lain halnya dengan Sungai Tamborasi. Sungai di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara ini punya panjang aliran sungai 20 meter saja, dari hulu ke hilir. Sedangkan lebarnya sekira 15 meter dan bermuara ke Laut Flores di Teluk Bone.

Sepintas, sungai ini lebih mirip seperti aliran air laut yang menembus bibir pantai dan tebing kapur. Tebing cadas di sela rimbunan pohon itu adalah tempat mula sungai ini mengalir. Air sungai dari mata air di sela tebing itu mengalirkan air tawar dan menghasilkan warna hijau toska jernih di bagian hulu.

Saking jernihnya, dari permukaan dapat terlihat bebatuan di dasar sungai sedalam kira-kira 5 meter itu. Selain jernih, airnya terbilang dingin meskipun berangsur hangat dan menjadi terasa agak asin saat bermuara.

Di sekitar aliran sungai ini terhampar pantai berpasir putih bersih. Masyarakat setempat menamainya Pantai Tamborasi yang memisahkan Sungai Tamborasi dan Teluk Bone. Oleh karena itu, tak heran banyak wisatawan yang mengatakan kalau bentuk sungai tersebut mirip danau di tepi pantai.

Lokasi Sungai Tamborasi dapat dijangkau dengan perjalanan darat sejauh 80 kilometer dari ibu kota Kabupaten Kolaka menuju utara. Selama dua jam perjalanan, wisatawan akan melintasi jalan lintas provinsi yang beraspal cukup baik di ruas Ranteangin – Kolaka. Sementara itu, jika dari Kendari—ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, lokasi dapat ditempuh selama empat jam perjalanan sejauh hampir 300 kilometer.

Salah satu atraksi rekreasi yang ditawarkan di Sungai Tamborasi adalah aktivitas berenang dan river tubing. Momen yang banyak dinanti di tempat ini adalah menyaksikan waktu matahari terbenam. *

Sumber: indonesia.go.id

Silakan baca:

Menjelajahi Taman Nasional Way Kambas Lampung