Spa Tradisional Indonesia dengan Aneka Rempah Alami

spa tradisional
Rempah-rempah alami untuk bahan boreh di Bali.

 

BandungKlik – Keberagaman suku bangsa di Indonesia melahirkan ragam budaya tradisional. Termasuk dalam hal spa atau perawatan tubuh tradisional dengan rempah-rempah khas. Tradisi tersebut sudah berlangsung turun-temurun hingga kini.

Spa tradisional dengan memakai bahan rempah-rempah khas, kaya akan manfaat, dan dinilai lebih aman tanpa efek samping. Sebab bahannya alami dan tidak memakai bahan kimia.

Berikut di bawah ini, ada 5 spa tradisional Indonesia dengan menggunakan bahan rempah-rempah alami yang wajib dicoba!

Boreh – Bali

Boreh dari Bali merupakan perawatan tubuh tradisional dengan menghangatkan tubuh dan juga bisa mencerahkan kulit. Menggunakan rempah-rempah kaya manfaat seperti jahe, cengkeh, dan serai.

Bahan rempah itu dihaluskan dan dicampur dengan air hingga teksturnya menyerupai pasta kental. Lalu dibalurkan ke seluruh tubuh selama kurang lebih 30 menit dan setelah mengering bisa dibilas dengan air mawar, agar sensasi setelahnya lebih menyegarkan.

Lulur – Jawa

Lulur atau disebut juga ngadi saliro merupakan ritual kecantikan putri raja yang populer di tanah Jawa. Seiring perkembangan zaman, perawatan tradisional tersebut tak hanya di kalangan istana, tapi telah digunakan berbagai lapisan masyarakat.

Silakan baca: Sorgum, Alternatif Pengganti Nasi yang Kaya Nutrisi

Umumnya lulur terbuat dari rempah-rempah yang ditumbuk bersama beras, kencur, kunyit, atau bengkuang. Kegiatan lulur sangat bagus untuk kulit, karena bisa melembapkan dan menghilangkan sel kulit mati.

Tangas – Betawi

Berbeda dengan jenis perawatan di atas, spa tradisional “tangas” asal suku Betawi, Jakarta ini dilakukan dengan tahapan pijat, lulur, dan mandi uap. Keunikannya terletak pada bahan rempah yang digunakan. Terdiri dari bunga kantil, bunga melati, bunga mawar, jahe, jeruk limau, pandan, dan minyak tangas khas Betawi.

Tangas atau ratus biasanya digunakan calon pengantin dengan tujuan menyegarkan dan mengencangkan kulit. Namun, kini siapa pun bisa mencobanya dan cocok untuk melepas penat rutinitas di Ibu Kota.

So’oso – Madura 

So’oso biasa dilakukan masyarakat Madura untuk membersihkan kotoran dan sel kulit mati, menghaluskan, dan menjadikan kulit lebih harum serta bersinar. Perawatan tradisional ini menggunakan bahan-bahan alami berupa buah asam, tepung beras, temu lawak, dan telur ayam.

Batangeh – Minangkabau

Batangeh dari Minangkabau merupakan ritual mandi uap yang bertujuan untuk merawat bagian organ intim perempuan. Terutama bagi wanita yang akan menikah dan baru melahirkan.

Selain itu, masyarakat Minang juga menggunakan perawatan tubuh tradisional ini kepada orang yang baru sembuh dari sakit menahun. Tujuannya untuk menyegarkan dan membersihkan tubuh.

Silakan baca: 10 Manfaat Madu yang Mengejutkan Bagi Kesehatan

Rempah tradisional yang dipakai utuk batangeh, yakni serai wangi, pandan, bunga kenanga, sirih, dan kayu manis. Bahan rempah tersebut juga efektif menghilangkan aroma kurang sedap dari tubuh.*

 

Sumber & Foto: indonesia.travel