BandungKlik – SMP Salman Al Farisi Bandung mengembangkan program literasi menarik Wakaf Suara Audiobook. Program ini sudah dikembangkan secara konsisten selama tiga tahun. Bentuknya berupa rekaman suara hasil dari membaca buku sebagai pembelajaran peserta didiknya.

Menurut Jaka Hendra Purnama, Guru Leadership SMP Salman Al Farisi, Program Wakaf Suara Audiobook bertujuan untuk mengasah kemampuan literasi para peserta didik. Juga memunculkan kepekaan terhadap sesama, terutama untuk peserta didik tunanetra.

“Karena dari hasil membaca setiap peserta didik itu direkam. Lalu setelah buku yang dibaca sekaligus direkamnya itu selesai, filenya dikemas menjadi audiobook. Dan diwakafkan ke perpustakaan SLB-A,” tutur Jaka yang ditemui di Pameran [Pe]Lukis Luar Biasa #2 di Galeri Pusat Kebudayaan, Jl. Naripan No. 7 Bandung, Rabu (6/12/23).

Jaka memaparkan, proses membaca sekaligus merekam yang dilakukan peserta didik SMP Salman Al Farisi Bandung tidak dilakukan hanya sekali. Tetapi dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu 3 sampai 6 bulan.

“Jadi dalam 1 harinya peserta didik tersebut mengatur mau berapa kali membaca, minimalnya dalam 1 hari 1 kali membaca. Hingga buku yang dibacanya tuntas. Kemudian hasil rekamannya dibuat dalam format MP4 dan dikirim ke Google Drive,” terangnya.

Proses Pembuatan Audiobook
Wakaf Suara Audiobook
Jaka Hendra Purnama, Guru Leadership SMP Salman Al Farisi Bandung. (BandungKlik/Iwan)

Lebih lanjut Jaka mengatakan, dalam satu hari setiap siswa membaca rata-rata berdurasi sekitar 5 menit dan sampai proses ke google drive selama kurang lebih 25 menit. Jenis bukunya beragam, mulai dari novel, buku pelajaran kelas 5 ke atas, hingga bacaan Al Quran beserta artinya.

“Satu anak itu membaca satu buku. Diawali untuk kelas 7 yang berjumlah sekitar 140 siswa. Dan berkembang ke suluruh siswa dengan total 350 siswa, sehingga hasilnya ada sekitar 350 buku yang dibaca dan direkam,” sambung Jaka.

Silakan baca: Museum Kota Bandung, Kenalkan Sejarah Kota Bandung

Ke depannya, Jaka berharap program wakaf audiobook ini dapat berkembang ke sekolah-sekolah lainnya. Sehingga dapat meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar.

“Selain itu, saya berharap ke depannya di setiap perpustakaan sekolah tersedia pojok merekam untuk membantu para siswa dalam membuat audiobook ini,” ujarnya.

Pameran [Pe]Lukis Luar Biasa #2

Program Wakaf Suara Audiobook ini pun telah diluncurkan pada acara pembukaan Pameran [Pe]Lukis Luar Biasa #2. Hal ini sebagai bentuk dukungan SMP Salman Al Farisi Bandung untuk acara pameran lukisan karya-karya pelukis luar biasa penyandang Disabilitas tersebut.

Dalam kesempatan itu, SMP Salman Al Farisi pun menyerahkan produk audiobok kepada SLBN Pajajaran Bandung. Sebelumnya juga sudah mewakafkan ke beberapa SLB lainnya.

“Alhamdulillah SMP Salman Al Farisi Bandung mewakafkan Audiobook-nya ke tiga SLB. Di antaranya SLBN Citeureup Cimahi, SLB Agro Industri Cisarua KBB. Dan terakhir saat pembukaan pameran [Pe]Lukis Luar Biasa #2 mewakafkan ke SLBN Pajajaran Bandung,” sebut Jaka.

Silakan baca: Insiden Perobekan Bendera Belanda di Gedung DENIS Bandung

Sebagai informasi, Pameran [Pe]Lukis Luar Biasa #2 sendiri merupakan pameran seni rupa yang diselenggarakan Komunitas Rasamala yang didukung berbagai pihak. Salah satunya dukungan dari SMP Salman Al Farisi Bandung. Di dalamnya menyajikan lukisan karya 23 pelukis penyandang Disabilitas yang berasal dari Jawa Barat dan Banten.*