Situ Cangkuang Bakal Dikelola Secara Kolaboratif

situ cangkuang garut
Bupati Garut Rudy Gunawan menumpang perahu saat meninjau Situ Cangkuang di Kabupaten Garut, Rabu (19/5/2021). (dok. garutkab.go.id).*

 

BandungKlik – Situ Cangkuang di Kecamatan Leles Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat bakal dikelola secara kolaboratif. Nantinya pengembangan dilakukan pemerintah daerah dengan menggabungkan pariwisata dan hasil pertanian.

“Ya, kita akan melakukan satu kolaborasi di antara pariwisata dengan taman buah-buahan antara dinas pariwisata dan dinas pertanian. Ini semuanya kan 35 hektare. Pokoknya tahun anggaran sekarang. Tahun depan ada kegiatan sampai tahun 2023. Insyaallah lah sekarang bagus,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, Rabu (19/5/2021), dikutip dari laman garutkab.go.id.

Hal tersebut disampaikan Rudy saat melakukan kunjungan kerja ke Situ Cangkuang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilang.

Ia menegaskan, pihak pemerintah daerah akan melakukan pengembangan pariwisata di Situ Cangkuang.

“Ini kan program pengembangan pariwisata. Jadi, kalau Bagendit kan dilakukan oleh pemerintah pusat dan provinsi. Kalau ini kan oleh kita, kolaborasi dengan desa tetapi intinya kepunyaan kabupaten,” kata Rudy.

Situ Cangkuang merupakan sebuah danau yang elok. Danau ini menawarkan pengalaman wisata alam sejuk sekaligus budaya yang mengagumkan. Para pelancong dapat menikmati atraksi wisata di sana sembari mengelilingi danau dengan menggunakan rakit atau perahu. Pagi atau sore ketika matahari tak terlalu terik akan nampak nuansa warna cahaya kuning yang menambah kecantikan danau.

Situ Cangkuang yang sejuk sebagian ditutupi oleh bunga teratai yang elok. Ada sebuah pulau kecil di tengah-tengah situ tempat Candi Cangkuang berdiri. Di dalam candi tersebut terdapat patung Siwa Hindu.

Di kawasan ini ada kampung adat bernama Kampung Pulo yang damai dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Kampung adat ini dibangun pada abad ke-17 dan sampai kini masyarakatnya memegang tradisi leluhur secara turun-temurun. *

Silakan baca: Seni Ketangkasan Domba Garut, Benar-benar Adu Domba

Silakan baca: Rumpon Ikan Jadi Magnet Wisata Baru di Situ Bagendit