Sitiwinangun, Desa Wisata Penghasil Gerabah

Gerabah Sitiwinangun
Beberapa bentuk produk desa wisata Sitiwinangun. (Iwan Gunaesa/Bandung Klik).*

Bandungklik – Saat melakukan perjalanan bisnis atau berwisata ke Cirebon, Anda bisa berkunjung ke Sitiwinangun. Sebuah desa wisata yang sohor sebagai penghasil gerabah berkelas dunia. Jadi bukan hanya batik Trusmi, tapi bisa juga membawa gerabah sebagai cendera mata dari Cirebon.

Sitiwinangun berada di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Berjarak sekitar 15 kilometer ke arah barat Kota Cirebon. Nama desa diambil dari dua kata, yakni “Siti” yang berarti tanah dan “Winangun” artinya dibangun. Dapat disimpulkan sebagai tanah yang dibangun agar berguna bagi kehidupan.

Makna dari nama tersebut pun sesuai dengan kehidupan penduduk di sana yang terkenal sebagai perajin gerabah. Bahkan sudah kondang sebagai desa penghasil gerabah sejak ratusan tahun lalu. Jauh sebelum Cirebon dikenal dengan batik atau industri rotannya.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Desa Sitiwinangun, Ratua Brata Menggala beberapa waktu lalu, gerabah yang dihasilkan sudah diakui memiliki bahan yang kuat dan tidak mudah pecah jika dibakar di atas suhu yang tinggi. Bahan tanah liatnya pun diambil dari area bekas sawah di sekitar desa tersebut.

Perajin gerabah Sitiwinangun
Dua perajin sedang membuat produk gerabah.

Alat tradisional

Kemudian dalam kesempatan yang sama, Miskatna –maestro pembuat gerabah berusia 70 tahun lebih di desa itu menuturkan, pembuatan gerabah di Desa Sitiwinangun awalnya menggunakan tungku pembakaran secara tradisional dan alat dari bambu. Namun kini sudah banyak pula yang menggunakan tungku modern.

“Sejak dulu semua pakai cara dan alat tradisional dari bambu, lalu dibakar juga dengan cara tradisional turun-temurun. Namun agak lama pengerjaannya, satu gerabah bisa seminggu sampai sebulan tergantung bentuk dan motif. Terus penjemurannya juga tergantung pada panas terik matahari,” tutur Miskatna.

Seorang tour guide di sana pun menambahkan, beberapa produk gerabah Desa Sitiwinangun sudah masuk pasar ekspor dan diakui memiliki kualitas mendunia. Berbekal potensi itulah, akhirnya Pemerintah Kabupaten Cirebon menetapkan Sitiwinangun sebagai desa wisata berbasis budaya. Diresmikan oleh Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, pada tanggal 22 November 2018.

Kala berkunjung ke sana, wisatawan tak hanya belanja atau sekadar melihat produk jadi, namun juga diajak melihat langsung pembuatan gerabah. Bahkan bisa belajar membuat produk gerabah dalam bentuk sederhana seperti topeng, asbak, ataupun gantungan kunci.

Wisatawan dapat memilih dua paket wisata yang ditawarkan. Paket pertama hanya berkeliling ke sejumlah perajin dan melihat proses pembuatan gerabah. Sedangkan paket kedua, berkeliling kemudian diakhiri dengan belajar membuat gerabah.*

 

Silakan baca: Wisata Edukasi di Teras Cikapundung Bandung