BandungKlik – Kalender adalah sesuatu yang dekat di sekitar kita yang membuat waktu menjadi “sama” di seluruh dunia. Di mana pun Anda tinggal, bahasa apa pun yang digunakan, dan bagaimana Anda mengisi hari, hari itu akan sama seperti hari orang lain.

Matahari akan terbit di pagi hari dan terbenam di sore hari. Sifat alami matahari membawa sejarah yang signifikan untuk menghasilkan kalender. Sangat sedikit di dunia ini yang dapat diandalkan, tetapi matahari selalu setia, mantap, dan benar. Siklusnya dapat dipercaya dari tahun ke tahun.

Siapa penemu kalender? Siapa yang membuat pertama?

Sejarawan meyakini bahwa ketepatan waktu sudah ada sejak periode Neolitik, tetapi sistem penanggalan belum ada sampai Zaman Perunggu pada 3100 tahun sebelum masehi. Konon, bangsa Sumeria di Mesopotamia membuat kalender pertama.

Mereka membagi satu tahun menjadi 12 bulan lunar, masing-masing terdiri dari 29 atau 30 hari. Penghitungan kalender Sumeria agak berbeda dengan almanak yang kita gunakan saat ini. Begini:

  • Satu tahun memiliki 360 hari
  • Satu hari dibagi 12 jam, 6 jam “siang hari” dan 6 jam “malam”
  • Musim hujan dan kemarau diamati
  • Tidak ada minggu
  • Setiap bulan memiliki 29 atau 30 hari
  • Hari-hari suci diamati pada tanggal 7 dan 15 setiap bulan
  • Satu bulan ekstra ditambahkan setiap empat tahun

Astronomi sangat besar dalam hal melacak waktu. Bangsa Sumeria menggunakan penampakan bulan purnama pertama untuk menandai bulan baru. Ratusan tahun kemudian, bangsa Mesir, Babilonia, dan peradaban kuno lainnya membuat sistem penanggalan mereka sendiri. Mereka menggunakan rotasi matahari, bulan, dan bintang untuk mengetahui berapa lama waktu telah berlalu.

Apa kalender tertua di dunia?

Meskipun bangsa Sumeria dianggap sebagai bangsa yang pertama melacak waktu, beberapa sejarawan percaya bangsa Eropa punya sistem yang mungkin lebih tua.

Dikutip dari Calendar, sebuah tim peneliti dari Universitas St. Andrews menemukan 12 lubang besar di Warren Field, Skotlandia yang mencerminkan frasa bulan. Lubang-lubang ini diperkirakan berusia 10 ribu tahun dan mungkin merupakan “kalender” tertua di dunia. Penemuan ini membuktikan sejarah sistem penanggalan selalu berubah.

Siapa penemu kalender modern?

Kalender modern merupakan campuran astronomi, agama, dan politik dari berbagai peradaban kuno. Mesopotamia, Babilonia, Yunani, Mesir, dan Roma semuanya berkontribusi dalam beberapa cara pada penanggalan yang kita gunakan hari ini.

Saat ini, sebagian besar negara menggunakan kalender Gregorian yang ditemukan oleh Paus Gregorius XIII pada 1582. Penanggalan ini dipandang sebagai cara untuk menyebarkan agama Katolik ke seluruh Eropa. Sebelum itu, orang percaya dan menyembah para dewa.

Kalender ini dibuat hanya karena Paus Gregorius ingin merayakan Paskah pada hari yang tepat dan kalender Julian yang sebelumnya digunakan di Roma libur sekitar 10 hari.

Terlepas dari semua perubahan ini, kalender Gregorian tidak selalu diasumsikan 100% akurat. Ini didasarkan pada perjalanan bumi mengelilingi matahari yang tidak selalu 365 hari. Faktanya, para ahli meyakini kita akan memiliki 366 hari di tahun 4909! *

Silakan baca: 

Tujuh Keajaiban Dunia yang Berjaya pada Zaman Kuno