Seni Reak, Antara Menghibur dan Kesurupan

seni reak
Seni reak mempertontonkan atraksi yang menghibur. (Helmy).*

 

BandungKlik – Sebagai sebuah warisan budaya tak benda, seni pertunjukan ini selalu menghibur. Namun, ada nuansa lain yang ditampilkan yaitu orang kesurupan. Seni apakah gerangan?

Betul, seni reak. Kesenian ini memadukan beragam jenis seni tradisional seperti angklung, kendang penca, reog, tari dan topeng. Ada beragam versi terkait ihwal namanya. Konon, reak berasal dari kata dalam bahasa Sunda yaitu “réang” yang punya makna hiruk-pikuk karena sorak-sorai (éak-éakan).

Seturut laman kebudayaan.kemendikbud.go.id, sebermula, kesenian reak ditampilkan sebagai penyerta ritual pada budaya bercocok tanam atau nyawah. Lahir dari Kabupaten Sumedang, seni helaran ini berkembang dan meluas termasuk di wilayah Bandung timur.

Biasa ditampilkan pada acara khitanan, seni reak mempertontonkan sebuah atraksi yang memukau. Selain di tempat terbuka seperti lapang, kesenian ini juga sering dimainkan sembari keliling dari kampung ke kampung dan jalan raya.

Di awal pertunjukan, pemimpin reak atau pawang biasanya melakukan ritual khusus. Konon, tujuannya adalah untuk memohon keselamatan selama proses reak berlangsung. Meski kental dengan nuansa mistis, kehadiran seni topeng ini acapkali mengundang keramaian. Tentu, ramai oleh karena aksi para penari yang atraktif.

Dalam setiap pertunjukan, jumlah pemain seni reak minimal 20 orang. Mereka berbagi peran sebagai penari topeng, penari, pemain instrumen musik hingga pawang.

seni reak
Seni reak dengan topeng barong dan karung goni bersurai hitam. (Helmy).*

Tak hanya kesurupan, atraksi yang menyeramkan nampak pada topeng barong yang digunakan. Topeng terbuat dari kayu tersebut dirajut karung goni bersurai hitam sehingga menutupi tubuh si penari. Para penampil reak menyuguhkan ragam atraksi seperti mempertontonkan jurus-jurus silat hingga atraksi yang ekstrem.

Sebagai bagian dari pertunjukan, para penari bertopeng sesekali dicambuk sang pawang. Mereka tak merasa nyeri dan tetap menari di luar kendali dirinya. Bahkan, tak terluka sedikit pun. Akhir dari pertunjukan seni ini ditandai dengan mulai sadarnya pemain reak. *

Silakan baca:

Bebegig, Topeng Seram Dari Alam Ciamis