Selama Ramadan, Tempat Kuliner di Bandung Buka Hingga Pukul 23.00 WIB

tempat kuliner di Bandung
Wali Kota Bandung Oded M. Danial. (Foto Humas Kota Bandung)

 

BandungKlik – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menyambut Ramadan tahun 2021, mengeluarkan sejumlah kebijakan. Kebijakan ini melengkapi regulasi yang lebih dulu dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Salah satunya kebijakan jam operasional tempat kuliner di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial yang juga selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, menyatakan khusus selama Ramadan ada penyesuaian jam operasional untuk tempat usaha jasa kuliner.

Selama Ramadan, tempat usaha kuliner di wilayah Kota Bandung bisa beroperasi sampai pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, tempat kuliner ini hanya diperkenankan beroperasi sampai 21.00 WIB.

“Relaksasi perpanjangan waktu operasional hingga pukul 23.00 WIB untuk kegiatan usaha kuliner yaitu restoran, cafe, atau rumah makan pada bulan Ramadan,” tutur Oded usai rapat terbatas secara daring dari Balai Kota Bandung, Jumat, 9 April 2021, dalam keterangan pers Humas Kota Bandung.

Sedangkan untuk tempat usaha lainnya di luar kuliner, tetap diberlakukan aturan seperti sebelumnya. Sementara khusus selama Ramadan ini tempat hiburan tutup total. “Kalau ada yang bandel tetap buka, kita siapkan sanksi,” tegas Oded.

Ia juga mengaku sudah menugaskan Satgas Penanganan Covid-19, baik tingkat kota maupun sampai ke level kewilayahan untuk ketat mengawasi sejumlah titik yang berpotensi terjadi kerumunan. Khususnya yang biasa menjadi lokasi menjajakan makanan untuk berbuka puasa.

Silakan baca: Kampung Wisata Kreatif Cigadung, Destinasi Wisata Lengkap di Bandung

Sebab, Oded menilai penjaja makanan untuk berbuka puasa menjadi bagian dari upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat. Namun, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat.

“Kita perbolehkan. Tapi akan kita monitor ketat,” tambahnya.

Oded menyatakan perihal kegiatan keagamaan selama Ramadan di Kota Bandung mengikuti panduan dari pemerintah pusat. Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Agama Nomor 3 Tahun 2021 terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Selanjutnya, Oded meminta masyarakat untuk menahan diri tidak menyelenggarakan sejumlah rutinitas yang berpotensi menciptakan kerumunan. Seperti kegiatan “ngabuburit” dan kegiatan jalan bersama setelah subuh yang kerap melibatkan banyak masyarakat.

“Sahur on the road tidak ada dulu lah. Di rumah saja untuk menghindari kerumunan,” ujarnya.

Ia pun meminta agar setiap Dewan Kemakmuran Masjid untuk membentuk Satgas Penanganan Covid-19. Agar pelaksanaan ibadah selama Ramadan bisa berjalan lebih khusyuk.

Silakan baca: Ini 5 Rekomendasi Tempat Brunch di Kota Bandung

“Dan jika terjadi sesuatu hal yang berkaitan dengan Covid-19 bisa bergerak lebih cepat. Setidaknya bisa langsung berkoordinasi dengan Puskesmas,” pungkas Oded.*