Raya and the Last Dragon, Angkat Budaya Asia Tenggara

Film Raya and the Last Dragon
Raya and the Last Dragon (@disneyraya)

 

BandungKlik – Raya and the Last Dragon, film animasi fantasi musikal diproduksi Walt Disney Animation Studios dan didistribusikan Walt Disney Pictures. Film tersebut disutradarai Don Hall dan Carlos López Estrada.

Naskah film yang dibintangi Kelly Marie Tran dan Awkwafina sebagai pengisi suara ini, ditulis Qui Nguyen dan Adele Lim. Menceritakan kisah seorang pejuang bernama Raya yang mencari naga terakhir. Naga terakhir itu termasuk jenis naga air yang dapat berubah menjadi manusia.

Seperti dilansir screenrant, tim kreatif Raya and the Last Dragon saat acara D23 Expo mengonfirmasi, film ini didasari kekayaan budaya negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Laos, dan Vietnam. Termasuk mempelajari mitos-mitos yang berkembang di Asia Tenggara.

Awalnya film Raya and the Last Dragon dijadwalkan akan rilis pada 25 November 2020 lalu di Amerika Serikat, namun batal akibat pandemi COVID-19. Akhirnya Walt Disney Pictures menjadwal ulang penayangannya di bioskop pada 12 Maret 2021 mendatang.

Sinopsis

Raya and the Last Dragon mengisahkan pada masa lalu manusia dan naga hidup berdampingan secara harmonis di dunia fantasi Kumandara. Namun datang kekuatan jahat yang mengancam negeri tersebut. Para naga pun turut menyelamatkan umat manusia.

Kini, 500 tahun kemudian, kejahatan yang sama telah kembali dan bergantung pada seorang pejuang tunggal bernama Raya. Ia berjuang melacak naga terakhir yang legendaris untuk memulihkan tanah yang retak dan orang-orangnya yang terpecah.

Silakan baca: STAND BY ME Doraemon 2, Rilis di Bioskop Februari 2021

Di tengah perjalanannya, Raya akhirnya belajar bahwa dibutuhkan lebih dari sekadar naga untuk menyelamatkan dunia. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja tim juga. Apakah Raya akan berhasil dengan misinya?

Sumber: waltdisneystudios