Ragam Rumah Adat NTB yang Menarik untuk Dikunjungi

rumah adat ntb
Istana Sumbawa

 

BandungKlik – Selain akan ramai dengan perhelatan MotoGP di Mandalika dan destinasi pantai yang indah untuk dinikmati.  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menyimpan ragam rumah adat yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Berikut ini ragam rumah adat yang ada di tanah NTB. Semua rumah adat tersebut merupakan warisan budaya Suku Sasak.

Rumah Adat Bale

rumah adat Bale
Rumah Adat Bale

Terletak di Desa Sade, Lombok Tengah, Rumah Adat Bale merupakan rumah adat yang berasal dari suku Sasak. Hingga kini, masyarakat desa tersebut masih memegang teguh tradisi dan kelestarian rumah adat ini, sehingga masih terjaga dan lestari.

Suku Sasak memiliki kepercayaan bahwa untuk membangun rumah ini ada aturan-aturan khusus. Seperti aturan kapan waktu yang tepat untuk mendirikan rumah, jika aturan diabaikan, diyakini akan ada nasib buruk ketika menempati rumah tersebut.

Rumah Adat Bale Jajar

Bale Jajar
Rumah Adat Bale Jajar

Ini merupakan tempat tinggal untuk suku Sasak dengan tingkatan ekonomi menengah ke atas. Rumah ini memiliki dua delam Bale dan satu Serambi yang disebut Sesangkok.

Silakan baca: Deretan Rumah Adat Nusantara dengan Arsitektur Ikonik

Selain itu, juga terdapat ‘sambi’ yang berguna sebagai tempat menyimpan bahan makanan dan keperluan rumah lainnya. Di bagian depan dilengkapi dengan ‘sekepat’ dan di bagian belakang dilengkapi dengan ‘sekenam’.

Berhubung banyaknya penduduk lokal bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, rumah adat ini baik dikunjungi wisatawan untuk mengetahui bagaimana adat lokal yang menarik dalam menyimpan kebutuhan hidupnya.

Rumah Adat Bale Lumbung

"<yoastmark

Suku Sasak juga memiliki Rumah Adat Lumbung. Rumah ini berbentuk panggung yang unik. Atapnya berujung runcing dan lebar, berjarak sekitar 1,5 sampai 2 meter dari tanah dan berdiameter 1,5 sampai 3 meter.

Atap serta Bubungan dibuat dari jerami dan alang-alang, dinding dari anyaman bambu, lantai dari papan yang disangga dengan beberapa tiang, serta pondasi dari batu dan tanah.

Rumah Adat Berugaq Sekenam

Rumah Adat Berugaq Sekenam
Rumah Adat Berugaq Sekenam

Berikutnya ada Rumah Adat Berugaq Sekenam. Rumah adat ini mempunyai enam tiang penyangga. Berugaq Sekenam berfungsi sebagai tempat belajar tentang nilai-nilai kebudayaan, tata krama, dan sebagai ruangan berkumpul keluarga.

Istana Sumbawa

Terakhir ada rumah adat tempat tinggal para raja, dinamai Istana Sumbawa. Menurut sumber sejarah, Istana Sumbawa mulai berkembang di masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah 3.

Silakan baca: Ciung Wanara, Cagar Budaya Peninggalan Kerajaan Galuh

Lokasinya berada di Kota Sumbawa Besar, NTB. Rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal raja dan tempat menyimpan benda-benda berharga serta artefak di Kabupaten Sumbawa.*

 

Sumber & Foto: disbudpar.ntbprov