Purwakarta Gelar Festival Maranggi 2020

Festival Maranggi 2020
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mencicipi sate maranggi di Festival Maranggi 2020. (IG: @anneratna82)

 

Bandungklik – Festival Maranggi 2020 merupakan festival kuliner khas dari Purwakarta, yakni Sate Maranggi. Acara yang digelar di areal Situ Wanayasa itu, dibuka secara resmi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Kamis (24/12/20). Diikuti puluhan peserta dari para pedagang sate maranggi se-Purwakarta.

Bupati Anne mengatakan, Festival Maranggi 2020 digelar untuk memberikan motivasi pada para pelaku usaha sate maranggi di masa pandemi Covid-19. Karena sebagian pedagang maranggi terdampak secara ekonomi akibat pandemi ini. Namun ada juga yang tidak terdampak.

Anne menyebutkan, ada lebih dari 400 pedagang sate maranggi di wilayah Purwakarta. Hal ini merupakan potensi besar yang bisa digarap dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi.

“Festival ini juga merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Daerah kepada para pelaku usaha sate maranggi di Purwakarta. Kita ketahui bersama bahwa sate maranggi telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Namun karena dalam situasi pandemi, festival ini pelaksanaannya kita batasi pesertanya dan tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” papar Anne, dikutip dari laman purwakartakab.go.id.

Masih menurutnya, penerapan protokol kesehatan di rumah makan atau warung sate maranggi di wilayah Purwakarta akan membuat pengunjung merasa aman dan nyaman. Terutama saat menyantap hidangan yang disediakan di rumah makan tersebut.

“Geliat kuliner maranggi di Purwakarta masih tetap berjalan dinamis, bahkan cenderung meningkat dari sisi pendapatan, contohnya seperti rumah makan maranggi di Bungursari. Meski pandemi rumah makan satenya malah tambah ramai. Tapi mereka menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat bagi para pengunjung dan karyawannya,” sambung Anne.

Dukungan kepada pedagang

Selanjutnya, menurut Anne, festival ini lebih utama untuk memberi support kepada para pedagang sate maranggi agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jadi festival ini bukan soal mencari siapa pemenangnya atau siapa yang terbaik, tapi lebih kepada upaya untuk meningkatkan mendorong kreativitas para pelaku usaha kuliner di Purwakarta, khususnya kuliner maranggi di saat pandemi ini. Tujuannya agar para wisatawan tetap dapat berkunjung dan menikmati wisata kuliner. Dan mengetahui bahwa para pedagang tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Silakan baca: Awug, Kudapan Tradisi Cita Rasa Tinggi

Kemudian menurut Sekretaris Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar, Festival Maranggi 2020 diikuti sekitar 58 pedagang maranggi dari berbagai wilayah di Kabupaten Purwakarta.

“Selain yang telah disebutkan ibu bupati, festival ini juga bertujuan melestarikan wisata kuliner sate maranggi. Dengan festival ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para pedagang. Dan dalam rangka dukungan untuk upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi,” tutur Heri.*