BandungKlik – Tempat wisata di wilayah Bandung Raya kini mulai bergeliat kembali setelah adanya penurunan level PPKM. Namun seiring dengan hal tersebut, melahirkan sejumlah masalah, salah satunya pungutan liar (pungli) parkir di sejumlah tempat wisata.

Hal ini pun menjadi sorotan, Ozzy Amedio salah seorang Youtuber asal Jakarta. Ia bercerita pernah mengalami penagihan biaya parkir tanpa karcis resmi dari dinas terkait saat rekreasi di kawasan wisata Kota Bandung.

“Yang berhak memungut tarif parkir itu pemerintah daerah, dan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masing-masing Pemda,” ujar Ozzy yang juga Kader Partai Demokrat tersebut, kepada BandungKlik,  Minggu (31/10).

Masih menurutnya, keberadaan karcis parkir resmi dari pemerintah daerah, seharusnya ditunjukkan oleh juru parkir. Bila tak ingin ditetapkan sebagai pungutan liar.

“Jadi kalau ada pungutan parkir tanpa karcis parkir yang dikeluarkan Pemda, maka bisa disebut sebagai pungli,” tuturnya.

Silakan baca: Gerakan Hejo Siap Lahirkan Solusi Permasalahan di Batukaras

Ia pun berharap, pemerintah daerah agar dapat menertibkan parkir liar yang meresahkan masyarakat. Dampaknya untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang datang.

Selain tempat wisata, di area mini market pun banyak pungli parkir. Padahal konsumen hanya membutuhkan waktu singkat untuk memarkirkan kendaraan bermotornya dan pihak mini market sudah jelas memberikan tanda parkir gratis.

Fenomena tersebut, baru-baru ini menjadi perhatian warga Bekasi. Di sana sempat dihebohkan oleh spanduk parkir gratis di salah satu mini market degan berbunyi sebagai berikut:

“Parkir Gratis. Khusus konsumen Indomaret, apabila ada pihak meminta uang parkir dan Anda merasa dirugikan. Silakan laporkan Pasal 368-371 KUHP ke Polsek terdekat”

Silakan baca: Disbudpar Kota Bandung Bermitra dengan Kereta Api Pariwisata

Tulisan itu pun menuai banyak dukungan dari warga. Dan bisa menjadi contoh untuk daerah lain sehingga para konsumen pun merasakan kenyamanan.*