Pugung Raharjo, Taman Purbakala di Lampung Timur

Pugung Raharjo
Kompleks Batu Mayat di Pugung Raharjo. (Iwan Gunaesa/BandungKlik)

 

BandungKlik – Pugung Raharjo, sebuah taman purbakala di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur. Ditemukan pertama kali pada 14 Agustus 1957 oleh warga setempat bernama Kadiran.

Awalnya, Kadiran menemukan susunan batu besar, gundukan tanah yang berbentuk bujur sangkar, dan satu patung perempuan terbuat dari batu andesit. Patung perempuan yang sedang duduk dengan sikap Dharmacakra Mudra dan diperkirakan berasal dari abad ke-12 Masehi.

Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, menghasilkan fakta yang mengejutkan. Situs seluas 30 hektar ini, ternyata menyimpan beragam peninggalan dari periode masa berbeda, mulai dari zaman prasejarah, Hindu-budha, hingga masa Islam.

Zaman prasejarah atau era megalitikum dibuktikan dengan penemuan menhir, punden berundak, kompleks Batu Mayat, dan Kolam Megalitik. Para arkeolog memprediksi peninggalan itu berasal dari 2500 tahun sebelum Masehi.

Kemudian peninggalan zaman Hindu dan Buddha yang ditemukan di sekitar Taman Purbakala Pugung Raharjo, di antaranya Arca Budhisatwa, Arca Tipe Polinesia, Prasasti Bungkuk, mata uang China, serta keramik lokal dan keramik China dari Dinasti Han, Yuan, Sung.

Pugung Raharjo Lampung Timur
Punden berundak di Pugung Raharjo.

Sementara peninggalan dari masa Islam ditemukannya Prasasti Dalung. Prasasti yang terbuat dari lempengan tembaga bertuliskan huruf Arab “gundul” dengan bahasa Banten. Isinya tentang hukum laut dan perdagangan, lengkap dengan angka tahun 1102 Hijriah.

Yang menarik lagi, seluruh area Pugung Raharjo dikelilingi benteng parit berbentuk persegi memanjang. Kini benteng itu hanya tampak seperti gundukan tanah besar ditumbuhi rerumputan. Menurut pengelola di sana, terdapat dua benteng tanah. Sebelah timur sepanjang 1200 meter dan sebelah barat sepanjang 300 meter.

Silakan baca: Keraton Kaibon, Istana Megah Ibunda Sultan Banten

Punden berundak di sana pun cukup banyak, ada ukuran besar dan kecil. Sekarang hanya tersisa 7 buah dari 13 yang awal ditemukan. Ada enam punden besar setinggi 7 meter dengan tiga undakan. Dulunya punden ini berfungsi sebagai tempat pemujaan.

Dari semua peninggalan di sana, Kolam Megalitik menjadi buruan para pengunjung. Terdapat dua kolam dengan air sangat jernih. Di kolam sisi barat, pengunjung bisa merendam kaki untuk terapi ikan.

Air dari kolam tersebut, juga dipercaya sebagian orang dapat dijadikan sebagai obat penyembuh dan membuat awet muda. Tapi yang pasti, air dari kolam ini dapat menyegarkan saat dipakai mencuci muka, terlebih cuaca di sana cukup panas.*