Kota Tasikmalaya

lambang kota tasikmalaya

BandungKlik – Bicara kerajinan tangan “payung geulis”, maka angan akan diantar ke Kota Tasikmalaya. Mutiara dari timur menyimpan banyak potensi pariwisata dan budaya, kerajinan, wisata belanja, wisata religi hingga kaya akan potensi Usaha Kecil Menengah.

Selain payung geulis, tentu saja masih banyak kerajinan yang unggul dan terkenal. Sebut saja kelom geulis (sandal tradisional dari kayu) dan bordir tasikmalaya yang mendunia. Dengan banyaknya Usaha Kecil Menengah dan kerajinan masyarakat, Kota Tasikmalaya mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan menyandang julukan kota ukm.

Punya luas wilayah 171,61 kilometer persegi, kota yang dibentuk dan diresmikan pada tahun 2001 berada di jalur utama selatan Pulau Jawa. Kota ini kerap jadi persinggahan orang yang bepergian jauh via jalur tersebut.

Meski unggul di sektor kerajinan tangan dan bordir, potensi kota terus dikembangkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satunya, industri rumahan bordir dipusatkan di Kawalu dengan 33 sentra yang tersebar di 10 kelurahan.

Kota berpenduduk 663.517 jiwa pada 2019 ini berada persis di tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan. Posisi yang strategis itu, menjadikan kota santri sebagai pusat MICE terbesar di Jawa Barat setelah Kota Bandung dan Kota Bogor.

Objek wisata alam yang dapat dikunjungi di kota ini antara lain Situ Gede. Danau seluas 47 Ha tersebut menawarkan pemandangan indah dan suasana yang tenang. Di tengahnya terdapat sebuah pulau seluas 1 Ha tempat dimakamkannya Eyang Prabudilaya yang legendanya berkembang di tengah masyarakat Kota Tasikmalaya.

Dalam urusan kuliner, kota yang awalnya masuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya terkenal dengan nasi tutug oncom. Varian dari masakan tersebut adalah kemasan abon tutug oncom yang dijual di banyak pusat oleh-oleh kota ini. *

Website Pemerintah Kota Tasikmalaya : portal.tasikmalayakota.go.id