Kota Sukabumi

lambang kota sukabumi

BandungKlik – Di Jawa Barat, wilayah Kota Sukabumi terbilang kecil dengan luas 48,25 kilometer persegi. Kota yang kesohor dengan penganan mochi ini seluruh wilayahnya berada di tengah Kabupaten Sukabumi. Pada era kolonial, keduanya masih menyatu sebagai Soekaboemi.

Dengan wilayah yang relatif kecil itu, Kota Sukabumi yang terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango memang tidak punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, bukan berarti tidak ada potensi wisata yang dapat dikembangkan di kota yang dibentuk pada tahun 1914 ini.

Dua potensi wisata alam andalan tengah dikembangkan di sana, yaitu pemandian terapi air panas Cikundul dan arena arung jeram di Sungai Cimandiri. Pendapatan Asli Daerah dari dua objek wisata alam tersebut memang belum besar. Akan tetapi, ada peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan yaitu antara 2-3 persen setiap tahunnya.

Luas wilayah yang terbatas membuat objek wisata alam di kota berpenduduk 328.680 jiwa pada 2019 ini tak banyak bisa disajikan. Sejauh ini, objek wisata alam populer sekaligus tempat rekreasi favorit keluarga adalah Taman Selabintana. Taman yang diselimuti hawa sejuk pegunungan ini berada sekira 7 kilometer arah utara dari pusat kota.

Taman Rekreasi Selabintana bukanlah objek wisata baru. Keberadaannya sudah memasyarakat sejak masa kolonial Hindia Belanda. Awalnya, taman ini dikembangkan pengusaha berkebangsaan Belanda bernama AAE Lenne. Ia kemudian menjadikan taman itu sebagai kompleks peristirahatan dan taman rekreasi yang mengusung konsep menyatu dengan alam.

Nama Sukabumi berasal dari bahasa Sunda yaitu suka dan bumen. Konon, nama ini digunakan mengingat udara kota tersebut sejuk dan nyaman. Mereka yang datang biasanya tak ingin pindah lagi karena suka dan senang bumen-bumen  atau membangun rumah tangga sendiri di daerah tersebut. *