Kota Cimahi

lambang kota cimahi

BandungKlik – Dulu, Cimahi merupakan bagian dari Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Lalu ditetapkan sebagai kota administratif pada tahun 1976.

Berselang 25 tahun, Cimahi ditetapkan sebagai kota otonom pada tahun 2001. Nama kota ini berasal dari kata bahasa Sunda yaitu “cai” dan “mahi” yang berarti air yang cukup.

Sebagai daerah otonom baru, Kota Cimahi punya tiga kecamatan dengan luas wilayah keseluruhan mencapai 48,42 kilometer persegi. Kini, kota ini menjadi salah satu kawasan pertumbuhan Kota Bandung di bagian barat.

Cimahi sebagai kota memang tak didukung sumber daya alam yang melimpah. Akan tetapi, bukan berarti tidak punya potensi wisata yang dapat dikembangkan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah setempat untuk mengolah dan mengelola potensi yang ada.

Dikenal sebagai kota tentara atau kota militer, kota ini juga sangat erat dengan sejarah dan pendidikan. Ada banyak bangunan militer dan bangunan peninggalan era kolonial di kota berpenduduk 614.304 jiwa pada 2019. Bangunan tersebut antara lain Rumah Sakit Dustira (1887) yang awalnya diberi nama “Milifaire Hospital”.

Lalu dari aspek kebudayaan ada Kampung Adat Cireundeu. Kampung ini terletak di Kelurahan Leuwigajah dengan sebagian besar penduduknya memeluk dan memegang teguh kepercayaan Sunda Wiwitan. Masyarakat adatnya konsisten menjalankan ajaran kepercayaan serta terus melestarikan budaya dan adat istiadat secara turun-temurun. Kampung yang punya luas 64 Ha tersebut terbagi dua lahan, yakni 60 Ha untuk pertanian dan 4 Ha untuk permukiman. Sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya bertani ketela.

Secara umum, potensi wisata yang tengah dikembangkan Cimahi terfokus pada wisata kota.  Sebut saja aneka ragam kuliner dan belanja, industri tekstil dan garmen, seni budaya, hingga industri kreatif seperti animasi.

Kota Cimahi pernah ditunjuk Kementerian Pariwisata sebagai satu dari 90 kota/ kabupaten untuk menggelar “Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona”. *

Website Pemerintah Kota Cimahi: cimahikota.go.id