Kota Bogor

lambang kota bogor

BandungKlik – Kota ini dikenal masyarakat luas sebagai kota hujan. Apa sebab? Ya, Kota Bogor memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Suhu rata-rata tiap bulan mencapai 26o Celcius dengan suhu terendah 21,8o Celcius. Sedangkan suhu tertinggi mencapai 30,4o Celcius.

Dengan kelembapan udara 70%, curah hujan rata-rata setiap tahun antara 3.500 – 4.000 mm dengan curah hujan terbesar pada bulan Desember dan Januari.

Wilayah kota ini berada pada ketinggian minimum 190 meter dan maksimum 330 meter di atas permukaan laut. Dari ibu kota Jakarta, jaraknya sekira 52,5 kilometer dan dapat ditempuh kurang lebih satu jam via tol Jagorawi.

Kota berpenduduk 1.112.081 jiwa pada 2019 terbilang unik alias beda dari kebanyakan kota dan kabupaten di Jawa Barat dilihat dari batas wilayah. Kota yang juga kerap disebut kota petir ini seluruh wilayahnya berada di tengah-tengah Kabupaten Bogor. Pendek kata, setiap sudut kota hujan tersebut hanya berbatasan dengan daerah di Kabupaten Bogor saja.

Dengan  luas wilayah sebesar 11.850 Ha, Kota Bogor punya daya tarik tersendiri dari sektor pariwisata kota. Tak heran jika sektor ini terus digenjot dan dimaksimalkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Wisata situs bersejarah memang menjadi andalan kota ini karena memiliki peninggalan sejarah dan kebudayaan yang mengagumkan. Sebut saja antara lain Batu Tulis Tarumanagara, Istana Bogor, Makam Raden Saleh hingga Kebun Raya Bogor. Tak kalah dengan daerah lain, kota ini juga menyajikan wisata belanja dan kuliner yang khas.

Kebun Raya Bogor adalah salah satu ikonnya. Dikenal dengan nama Buitenzorg pada masa kolonial, destinasi ini didirikan pada 1817 atas prakarsa ahli botani Jerman Dr Reinwadt. Luas kebun mencapai 87 hektare dan memiliki sekitar 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. *

Website Pemerintah Kota Bogor: kotabogor.go.id