Kabupaten Purwakarta

lambang kabupaten purwakarta

BandungKlik – Kabupaten Purwakarta punya beragam potensi dalam menunjang pengembangan dan pembangunan daerah. Potensi tersebut antara lain dalam bidang ekonomi, industri, pertanian, budaya, dan pariwisata.

Kabupaten ini tumbuh dan berkembang seiring dengan sejarah dan tradisi masyarakatnya yang kental. Dengan modal kultur dan potensi yang dimiliki, Purwakarta menjadi sebuah daerah yang dinamis dan terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisi Sunda yang dimilikinya.

Pada aspek geografis, Kabupaten Purwakarta berada pada posisi pertemuan antara jalur Jakarta – Bandung dan jalur Jakarta – Cirebon (Pantura).

Kabupaten yang terdiri dari 17 kecamatan ini memiliki luas wilayah 825,74 kilometer persegi. Tergolong beriklim panas, kabupaten yang terkenal dengan oleh-oleh simping dan emping melinjo terbagi atas zona panas dan sedang dengan suhu antara 22°-32° Celcius pada siang hari dan 17°-26° Celcius pada malam hari.

Seturut topografinya, Kabupaten Purwakarta terbagi menjadi tiga bagian mencakup wilayah pergunungan di sebelah tenggara dengan ketinggian 1.100–2.036 mdpl. Lalu, wilayah perbukitan dan danau di barat laut (500-1.000 mdpl), dan wilayah daratan di utara (35-499 mdpl).

Waduk Jatiluhur merupakan salah satu objek wisata populer dan andalan di Kabupaten Purwakarta. Dengan luas 8.300 hektare dan terletak sekira 9 kilometer dari pusat kota, menyajikan sarana rekreasi dan olah raga air yang lengkap seperti dayung dan ski air.

Waduk Jatiluhur yang dibangun pada 1957, selain bendungan serbaguna pertama juga termasuk bendungan terbesar di Jawa Barat dan Indonesia. *

Website Pemerintah Kabupaten Purwakarta: purwakartakab.go.id