Kabupaten Majalengka

lambang kabupaten majalengka

BandungKlik – Kota angin, begitulah julukan Kabupaten Majalengka. Kecepatan angin rata-rata di kabupaten ini berkisar 3 knot/jam hingga 5 knot/jam dengan kecepatan tertinggi pada bulan Maret yakni mencapai 28 knot/jam.

Punya bentang alam yang beragam, Kabupaten Majalengka terbagi dalam tiga zona daerah yakni pergunungan. Di bagian selatan, rata-rata ketinggian tanah antara 500 – 857 meter di atas permukaan laut dengan puncaknya Gunung Ciremai (3.078 mdpl). Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan dan Gunung Cakrabuana yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang.

Zona selanjutnya berupa daerah perbukitan (50 – 500 mdpl) di bagian tengah dan dataran rendah (19 – 50 mdpl) di bagian utara. Daerah dataran rendah ini punya posisi yang sangat strategis sebagai wilayah penghubung empat kabupaten yakni Sumedang, Indramayu, Cirebon, dan Kuningan. Kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati menjadi nilai tambah untuk menarik wisatawan dari luar kota ini.

Kondisi bentang alam yang melandai ke daerah barat laut menyebabkan sebagian besar aliran sungai dan mata air mengalir ke arah utara. Karena itu, di wilayah bagian utara Kabupaten Majalengka terdapat banyak persawahan.

Sumber air baku untuk kegiatan pertanian disuplai dari dua sungai utama yang melintas kabupaten ini yaitu Sungai Cimanuk dan Sungai Cilutung. Potensi lainnya bersumber dari situ atau danau di Desa Cipadung, Payung, Sangiang, dan Talagaherang.

Kabupaten Majalengka dengan luas wilayah mencapai 1.204,24 kilometer persegi menyimpan sejumlah potensi wisata alam yang dapat dikembangkan. Salah satunya Bukit Panyaweuyan di Kecamatan Argapura. Perbukitan di kaki Gunung Ciremai ini menawarkan pesona hijau alami berupa terasering tanaman sayuran yang dikembangkan petani lokal. *

Website Pemerintah Kabupaten Majalengka: majalengkakab.go.id