Kabupaten Bekasi

lambang kabupaten bekasi

BandungKlik – Sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi merupakan dataran rendah. Ketinggian wilayahnya antara 0-115 meter di atas permukaan laut. Dari total dataran tersebut, sekira 72% berada pada ketinggian 0-25 mdpl.

Terletak di utara Jawa Barat, Kabupaten Bekasi punya luas wilayah 1.224,88 kilometer persegi dan berbatasan langsung dengan ibu kota negara—Jakarta. Oleh karena dekat dengan Jakarta, banyak orang yang bekerja di Jakarta tetapi tinggal di Bekasi.

Pada 2019, jumlah penduduk salah satu daerah penyangga ibu kota ini mencapai 3.763.886 jiwa. Di Jawa Barat, tercatat sebagai kabupaten ketiga dengan jumlah penduduk terbanyak setelah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung.

Seturut pada karakteristik tofografinya, sebagian wilayah kabupaten ini memungkinkan untuk dikembangkan budidaya ikan di tambak. Terlebih, punya wilayah pantai dan hutan bakau.

Dari ketersediaan air, kondisi air tanah yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi sebagian besar merupakan air tanah dangkal. Kedalamannya antara 5 – 25 meter dari permukaan tanah. Sedangkan air tanah dalam pada umumnya didapat pada kedalaman antara 90 – 200 meter.

Kabupaten Bekasi dilintasi 16 sungai besar dengan lebar antara 3 sampai 80 meter, seperti Sungai Citarum, Sungai Cibeet, dan Sungai Cipamingkis. Selain itu, juga terdapat 13 situ dengan luas antara 3-40 Ha. Situ atau telaga tersebar di beberapa kecamatan seperti Situ Tegal Abidin, Situ Bojongmangu, dan Situ Cipalahar.

Di sektor pariwisata, sejumlah destinasi di Kabupaten Bekasi dikembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Salah satunya di Muara Gembong sebagai kecamatan terluas dengan 14.009 Ha atau 11 persen dari luas kabupaten.

Pantai Muara Gembong merupakan wisata hutan bakau yang menjadi kawasan satwa endemik. Bahkan termasuk salah satu kawasan perlindungan lutung jawa yang terancam punah. Hutan bakau tersebut terletak di ujung Sungai Citarum yang terhubung dengan laut lepas. *

Website Pemerintah Kabupaten Bekasi: bekasikab.go.id