Kota Yogyakarta

BandungKlik – Berdirinya Kota Yogyakarta bermula dari adanya Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. Pembangunan kota ini dilakukan bersamaan dengan dibangunnya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Lokasinya di Hutan Beringin yaitu suatu kawasan di antara Sungai Winongo dan Sungai Code.

Kota Yogyakarta berada di bawah Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Kota yang meliputi daerah kasultanan dan pakualaman tersebut baru menjadi kota praja atau kota otonomi pada 1947. Hal ini ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1947.

Dalam perkembangannya, kota yang kaya akan budaya ini berkedudukan sebagai ibu kota DI Yogyakarta sekaligus satu-satunya daerah tingkat II di provinsi tersebut yang berstatus kota. Terletak di pusat provinsi,  kota ini berbatasan dengan wilayah: Kabupaten Sleman di sebelah utara, Kabupaten Bantul dan Sleman di timur dan barat serta Kabupaten Bantul di selatan.

Secara umum, geografi Negari Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan dataran rendah yakni dari barat ke timur relatif datar dan dari utara ke selatan punya kemiringan sekira satu derajat. Ada tiga sungai yang melintas di kota ini, yaitu Sungai Gajah Wong, Sungai Code, dan Sungai Winongo.

Dengan luas wilayah 32,50 kilometer persegi, Kota Yogyakarta tercatat sebagai wilayah paling kecil dari luas wilayah Provinsi DI Yogyakarta ketimbang 4 kabupaten lainnya. Pada 2019, jumlah penduduknya mencapai 431.939 jiwa.

Sebagai destinasi wisata, kota yang masyhur akan bakpia dan gudeg ini punya banyak tempat menarik. Misalnya, bagunan cagar budaya seperti Benteng Vredeburg, Taman Sari, dan Keraton. Daya pikat utama lainnya adalah kawasan belanja dan pedestrian Malioboro. *

Website Pemerintah Kota Yogyakarta: jogjakota.go.id