Kabupaten Gunungkidul

Lambang Kabupaten Gunungkidul

BandungKlik – Jumat Legi 27 Mei 1831, Kabupaten Gunungkidul lahir dengan Wonosari sebagai pusat pemerintahannya. Secara yuridis, kabupaten ini menjadi daerah otonomi di lingkungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 15 Agustus 1950. Hal ini ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950. Saat penetapan ini, Gunungkidul dipimpin oleh KRT Labaningrat.

Secara geografis, Kabupaten Gunungkidul terletak sekira 39 kilometer di sebelah tenggara Kota Yogyakarta sebagai ibu kota provinsi. Wilayah kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di sebelah barat. Di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia.

Sementara itu, dua sisi lain berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah yakni Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah utara, dan Kabupaten Wonogiri di sebelah timur.

Dengan total area 1.431,42 kilometer persegi, Kabupaten Gunungkidul tercatat sebagai kabupaten terluas di DI Yogyakarta. Secara geografis, kabupaten ini tidak punya pedalaman maupun kawasan terpencil. Seturut kondisi geografisnya, sebanyak 18 desa berada di pesisir, 56 desa terletak di punggung bukit, dan 70 desa di dataran. Pada 2019, total jumlah penduduknya mencapai 742.731 jiwa.

Di sektor pariwisata, Kabupaten Gunungkidul cukup potensial dan beragam. Tak hanya wisata alam berupa berupa, pantai, gua, air terjun, bukit, dan pergunungan tetapi juga punya banyak destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi.

Namun demikian, objek wisata pantai menjadi andalannya. Garis pantainya terbentang sepanjang 72 kilometer di selatan mulai dari ujung barat ke ujung timur. Pantai-pantai unggulan tersebut antara lain Pantai Indrayanti, Baron, Sundak, dan Ngandong. Selain pantai, ada wisata alam yang unik berupa karst yang mencakup 10 kecamatan dengan luas 13 ribu kilometer persegi. *

Website Pemerintah Kabupaten Gunungkidul: gunungkidulkab.go.id