Kabupaten Bantul

Lambang Kabupaten Bantul

BandungKlik – Kabupaten Bantul, secara histori, tak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan Yogyakarta secara umum. Kabupaten ini begitu banyak menyimpan kisah kepahlawanan, seperti perjuangan Pangeran Diponegoro dan perjuangan pelopor penerbang Indonesia yaitu Adisucipto.

Bantul juga menjadi wilayah perang gerilya yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman ketika melawan Belanda pada 1948. Wilayah ini pula yang menjadi basis “Serangan Oemoem 1 Maret 1949” yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Sebermula, Kabupaten Bantul bernama Bantulkarang. Pembentukan kabupaten ini secara resmi ditetapkan pada 20 Juli 1831. Raden Tumenggung Mangun Negoro—seorang Nayaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, menjabat sebagai bupati pertama setelah ditunjuk Sri Sultan Hamengkubuwono V.

Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak di selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman di sebelah utara. Di sebelah selatan dengan Samudera Indonesia dan di timur berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul. Sementara di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo.

Punya luas wilayah mencapai 508,28 kilometer persegi, topografi Kabupaten Bantul merupakan dataran rendah dan lebih dari setengahnya berupa daerah perbukitan kurang subur. Meski demikian, bagian tengah wilayahnya tercatat sebagai daerah pertanian yang sangat subur dengan area mencapai 210,94 kilometer persegi.

Pada 2019, jumlah penduduknya mencapai 1.018.402 jiwa, tersebar di 17 kecamatan, 75 desa, dan 933 dusun.

Puluhan objek wisata menarik tersebar di kabupaten ini. Sebut saja salah satunya Gua Selarong yang dulu digunakan sebagai markas pasukan Pangeran Diponegoro. Objek wisata lainnya adalah Pantai Pandansari—satu-satunya pantai di DI Yogyakarta yang punya mercusuar tinggi, dan masih banyak lagi. *

Website Pemerintah Kabupaten Bantul: bantulkab.go.id