BandungKlik – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali mulai berlangsung hari ini Sabtu 3 Juli hingga Selasa 20 Juli 2021. Bagi pengguna moda kereta api ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

PT KAI memberlakukan persyaratan tersebut mulai 5 s.d. 20 Juli 2021. Hal ini untuk memberikan kesiapan kepada operator transportasi maupun calon pelanggan.

Hasil negatif tes

Pelanggan kereta api jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatera wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19. Hasil tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Pelanggan di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR ataupun antigen.

Kartu vaksinasi

Khusus perjalanan kereta api jarak jauh di Pulau Jawa pelanggan juga harus menunjukkan kartu vaksinasi minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Pelanggan di bawah 18 tahun tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin.

Pelanggan belum/tidak divaksin

Bagi pelanggan dengan kepentingan khusus yang belum/tidak divaksinasi dengan alasan medis tetap dapat menggunakan kereta api jarak jauh. Syaratnya, selain keterangan negatif RT-PCR dan antigen yang masih berlaku juga harus menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis.

Pelanggan sehat

Setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat, seperti tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam. Suhu badan pelanggan maksimal 37,3 derajat Celcius. Selama perjalanan wajib memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Kereta api lokal & aglomerasi

Untuk pelanggan kereta api lokal dan kereta api aglomerasi tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksinasi dan surat keterangan hasil tes Covid-19. Namun, akan dilakukan pemeriksaan rapid tes antigen secara acak kepada pelanggan di stasiun.

“Saat proses boarding, petugas mengecek seluruh persyaratan pelanggan dengan teliti, cermat, dan tegas. Memastikan pelanggan yang diizinkan naik kereta api benar-benar telah memenuhi syarat yang ditetapkan,” ujar VP Public Relation KAI Joni Martinus.

Dengan demikian, pelanggan yang tidak dapat menunjukkan dokumen persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan tidak boleh naik kereta api.

“Pada masa PPKM Darurat, KAI melakukan penyesuaian jumlah operasional kereta api. Hal ini ditujukan untuk mengoptimalkan PKM melalui pengurangan perjalanan kereta api di berbagai wilayah,” kata Joni.

Calon pelanggan yang telah membeli tiket tetapi perjalanannya dibatalkan, maka bea tiketnya akan dikembalikan sepenuhnya alias 100%. *

Silakan baca: 

Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Kereta Argo Bromo Anggrek Kini “Melesat” Lebih Cepat

 

Sumber: KAI