BandungKlik – Pizza banyak dijumpai di seluruh negara terutama di Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Serikat. Di Indonesia, makanan ini dijual di restoran dan versi rumahan. Di balik kelezatannya, ada sekelumit kisah yang membuatnya populer di dunia.

Pizza kuno

Dikutip dari worldatlas, makanan yang mirip dengan pizza sebetulnya telah ada sejak zaman neolitikum. Berbagai budaya di dunia menghasilkan roti pipih dengan topping berbeda termasuk sayuran dan rempah-rempah. Sejumlah bahan ditambahkan pada roti sehingga membuatnya lebih beraroma.

Orang Yunani kuno melapisi roti mereka dengan minyak, bumbu, dan keju. Lain halnya dengan tentara Persia pada abad ke-6 SM. Mereka menutupi roti pipihnya dengan keju dan kurma serta menggunakan perisai untuk memasak roti. Roti pipih mungkin juga digunakan sebagai piring untuk menaruh makanan lain.

Kata “pizza” pertama kali digunakan dalam sebuah publikasi Latin di Gaeta di Italia selatan yang menjadi bagian dari Kekaisaran Bizantium. Pitta, kata Latin untuk pizza, mengacu pada roti pipih yang ditaburi topping dan dipanggang dalam oven dengan suhu tinggi. Menelusuri asal usulnya dari kata Yunani kuno yaitu “pikte” yang berarti “kue fermentasi.”

Dulu, makanan orang miskin Napoli

Roti pipih gallete yang dibuat di Napoli pada abad ke-16 disebut sebagai pizza Napoletana yaitu roti pipih dengan saus tomat dan keju. Itu dijual di pinggir jalan alias kaki lima sebagai makanan untuk orang miskin.

Saat itu, Napoli—salah satu kota terbesar di Eropa, mengalami lonjakan populasi penduduk. Hal ini mengakibatkan banyak penduduk yang jatuh miskin. Mereka harus bertahan hidup dengan makanan murah. Pizza dianggap sesuai dengan kemampuan ekonomi penduduk setempat.

Ratu Margherita dan Raffaele Esposito

Pizza benar-benar mulai beroleh popularitas pada 1889. Berawal ketika Ratu Margherita berkunjung ke Napoli. Sang Ratu meminta koki—Raffaele Esposito, membuat makanan lokal yang dibuat dengan tomat, basil, dan mozarella. Ratu Margherita sangat menyukai hidangan tersebut. Lalu, Esposito menamai pizzanya dengan nama sang ratu.

Raffaele Esposito dikatakan sebagai “bapak pizza modern”. Ia mulai menjual makanan cepat saji tersebut sejak 1889.

Penyebaran ke berbagai negara

Pada awal abad ke-20, pizza menyebar ke berbagai negara seperti Amerika Serikat dan dibawa oleh imigran Italia. Restoran pertama dibuka di Negeri Paman Sam pada 1905 oleh Gennaro Lombari. Setelah Perang Dunia II, konsumsi makanan ini meningkat di Amerika Serikat dan menyaingi burger sebagai makanan favorit di negeri itu. *

Silakan baca: Sekelumit Cerita di Balik Cita Rasa Nasi Goreng