Piknik di Semarang, Wajib Kunjungi Destinasi Wisata Ini!

Destinasi Wisata Kota Semarang
Lawang Sewu. (Irwan Akhmad/BandungKlik)

 

BandungKlik – Meski tak sepopuler Kota Yogyakarta dan juga Kota Solo, Semarang merupakan salah satu kota yang menyimpan banyak destinasi wisata menarik yang wajib dikunjungi. Destinasi wisata Kota Semarang beragam, mulai dari kuliner hingga bangunan heritage ada di sana.

Mengutip dari laman indonesia.travel, Kota Semarang, Jawa Tengah diberikan kepada VOC Belanda pada tahun 1708 oleh Sultan. Tak heran jika kini wisatawan bisa temukan beragam peninggalan sejarah Belanda di Semarang.

Beberapa bangunan peninggalan Belanda yang terkenal di Semarang, antara lain Gereja Blenduk dan Lawang Sewu atau bangunan dengan seribu pintu dalam Bahasa Indonesia. Selain Belanda, Kota Semarang juga turut menjadi tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho dari China. Kuil Sam Poo Kong menjadi saksi sejarah peninggalan Laksamana Cheng Ho menginjakkan kaki di Pulau Jawa.

Bagi wisatawan yang hendak jalan-jalan di Kota Semarang. Jangan lewatkan destinasi wisata kota Semarang berikut ini.

Lawang Sewu

Gedung Lawang Sewu awalnya dibangun sebagai markas perusahaan kereta api Hindia Belanda. Lawang Sewu atau dikenal sebagai bangunan dengan seribu pintu, merupakan landmark bersejarah Semarang.

pintu lawang sewu
Selasar Lawang Sewu. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

Bangunan heritage ini memiliki sejarah masa lalu tragis yang menjadikan tempat tersebut mempunyai daya tarik tersendiri. Pada 1942 bangunan digunakan sebagai penjara oleh para penjajah Jepang yang mengeksekusi beberapa tahanan. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa Lawang Sewu disebut-sebut menjadi destinasi wisata horor.

Selain itu, Lawang Sewu juga menjadi saksi sejarah pertempuran 5 hari di Semarang pada tahun 1945. Pada peristiwa tersebut, banyak pejuang Kemerdekaan Indonesia tewas dalam pertempuran melawan tentara Jepang. Untuk memperingatinya dan mengingat jasa para pahlawan, dibuat sebuah monumen di depan Lawang Sewu yang didedikasikan bagi para pahlawan nasional tersebut.

Silakan baca: Seribu Kesan Mengunjungi Lawang Sewu Semarang

Tahun 2011, Lawang Sewu resmi dibuka kembali untuk publik oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, setelah dilakukan renovasi besar-besaran. Kompleks bangunan A dan B di ruang terbuka tempat tersebut, dimanfaatkan untuk tur dan sering digunakan untuk kegiatan atau acara sosial serta budaya.

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk Semarang
Gereja Blenduk. (dok. indonesia.travel)

Gereja di kota Semarang ini dibangun pada 1753. Gereja Blenduk berada di Kota Lama Semarang dan dikenal sebagai gereja protestan tertua di Jawa Tengah. Mulanya, gereja ini dibangun dengan nuansa tradisional Jawa berbentuk Joglo.

Baru pada 1894, dilakukan revitalisasi dengan mengusung model ikonik Doric. Berupa kubah tembaga segi delapan lambang atau dikenal sebagai mblenduk dalam bahasa Jawa.

Bentuk bangunannya terinspirasi oleh Gereja Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan. Fitur ikonik lainnya, berupa dua menara jam di depannya, organ barok megah, mimbar oktagonal, tangga besi tempa spiral antik dan bangku kayu jati rotan.

Gedong Batu atau Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong yang juga terkenal sebagai Gedong Batu, merupakan klenteng tertua di Simongan, Semarang. Klenteng megah ini didirikan oleh Laksamana Cheng Ho pada abad ke-15. Hingga kini, kompleks Klenteng Sam Poo Kong masih digunakan sebagai tempat ibadah dan ziarah oleh orang Indonesia.

Klenteng Sam Poo Kong
Klenteng Sam Poo Kong atau Gedong Batu. (dok. indonesia.travel)

Luas kompleks mencapai 3,2 hektar, terdiri dari Kuil dan Gua Sam Poo Kong, Kuil Tho Tee Kong, Kuil Kyai Juru Midi, Kuil Kyai Jangkar, Kuil Kyai Cundrik Bumi, serta Kuil Mbah Kyai Tumpeng. Lokasinya berada di Jalan Simongan No.129 Bongsari, Semarang Barat, Semarang.

Silakan baca: 5 Destinasi Wisata Semarang Cocok Buat Relaksasi

Bangunan dan pagoda di kompleks ini sangat menarik untuk dijelajahi dan diamati. Didekorasi dengan nuansa oriental yang semarak, tercermin dari warna-warni yang ditonjolkan, seperti merah, kuning dan hijau yang dipengaruhi arsitektur Jawa dan China.

Setiap bulan ke-6 di kalender lunar, sebuah festival diadakan untuk memperingati kedatangan Cheng Ho di Semarang. Acara yang meriah ini dirayakan dengan mempertunjukkan patung Cheng Ho dari Klenteng Tay Kak Sie ke Sam Poo Kong. Halaman depan Klenteng pun turut digunakan sebagai venue karnaval.*