Pesawat N219, Mampu Mendarat di Landasan Tak Beraspal

n219
Pesawat N219 tengah melakukan uji terbang. (Dok. PT Dirgantara Indonesia).*

 

BandungKlik – Menjadi Kebanggaan Indonesia, Pesawat N219 Raih Type Certificate. Salah satu keunggulan pesawat ini adalah mampu mendarat (landing) di landasan tak beraspal.

Pesawat N219 Nurtanio adalah buah karya anak bangsa kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan LAPAN. Pesawat dengan kapasitas 19 penumpang ini dibekali dua mesin turboprop yang mengacu pada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain pesawat dikembangkan oleh PT DI. Sedangkan pengembangan program dilakukan bersama antara PT DI dan LAPAN.

Pada dasarnya, pesawat N219 didesain dan dikembangkan guna memenuhi kebutuhan transportasi udara di perbatasan wilayah Indonesia. Seturut laman indonesian-aerospace.com, pesawat yang mulai didesain pada 2014 ini punya kemampuan take-off dan landing di landasan yang pendek. Bahkan adaptif di landasan yang tidak beraspal, tanah padat, berumput hingga berbatu.

N219 adalah pesawat multiguna. Pesawat ini didesain agar dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Selain angkutan penumpang, juga dapat digunakan untuk angutan barang dan ambulans udara.

Karena bentuk badannya kecil, pesawat N219 sangat relevan dengan kondisi alam Indonesia yang umumnya berbukit-bukit dan banyak pergunungan.

Dari segi kecepatan, pesawat yang telah menyelesaikan total 393 flight cycle dan 451 flight hours memiliki kecepatan maksimum 210 knot. Sedangkan kecepatan terendahnya mencapai 59 knot. Ini berarti, pada kecepatan (speed) terendah pun pesawat masih bisa terkontrol dengan baik.

Tentu, hal tersebut sangat penting terutama ketika pesawat memasuki wilayah yang bertebing-tebing. Terlebih, terbang di antara pergunungan yang butuh pesawat dengan kemampuan manuver dan kecepatan rendah.

Diharapkan, pesawat ini dapat membantu memenuhi kebutuhan penerbangan konektivitas dan perintis di pelosok Indonesia. *

Silakan baca:

Pembangunan 5 DSP Dipercepat, Salah Satunya Jadi Ajang Moto GP

Aturan Baru Penerbangan Internasional di Masa Pandemi