Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi, “Ular Berbisa” Porak-Poranda

pertempuran konvoi bojong kokosan sukabumi
Monumen Palagan Bojong Kokosan di Sukabumi. (Irwan Akhmad/ BandungKlik. *

 

Hari ini 9 Desember 1945, “Ular Berbisa” porak-poranda dalam Pertempuran Konvoi Bojong Kokosan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

 

BandungKlik – Apa yang melatarbelakangi peristiwa itu sehingga berkecamuk?

Peristiwa bermula dari konvoi Sekutu dengan pengawalan Tank Sherman yang perkasa, Panser Wagon yang tangguh, dan Bren Carrier. Tak hanya itu, 150 truk pengangkut logistik Allied Prisoners of War and Internees (APWI) turut dalam iring-iringan.

Dari Jakarta, mereka konvoi mengular seraya membelah celah perbukitan menuju Bandung, via Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. Itulah ular berbisa, kata Komandan Resimen TKR Sukabumi Letnan Kolonel Eddie Soekardi.

Iring-iringan sepanjang 12 kilometer itu dikawal tentara Batalion 5/9 Jats yang terlatih dan teruji. Ya, mereka adalah tentara elite Divisi ke-23 India sebagai bagian angkatan perang Inggris. Mereka tercatat sebagai tentara andalan dan berpengalaman dalam perang Asia Timur Raya, yaitu pemenang Perang Dunia II.

Namun, hari ini 9 Desember 1945, 76 tahun lalu, mimpi buruk sepanjang masa menghinggapi mereka, bahkan sempat menggemparkan parlemen Inggris di London. Lantas, bagaimana itu terjadi?

Sekutu telah melakukan suatu pelanggaran atas kesepakatan perundingan Allied Forces in the Netherlands East indies (AFNEI) dengan Pemerintah Republik Indonesia. Kesepakatan dibuat pada 30 November 1945.

Konvoi Sekutu yang melanggar kesepakatan itu tidak melibatkan TKR dan menjadi persoalan besar sehingga situasi pun memanas. Oleh karena hal itu, Eddie Soekardi membuat rencana pengadangan.

Empat batalion dikerahkan termasuk laskar-laskar dan penduduk. Apa pun dijadikan “senjata”, seperti bom botol, batu, golok, panah dan alu. Tentu, apa yang ada jauh tak seimbang dengan senjata ular berbisa.

Monumen tank di Museum Palagan Bojong Kokosan, Sukabumi. (Irwan Akhmad/ BandungKlik).*

Silakan baca: Mandi Darah di Fokkerweg, 20-22 Maret 1946

Klik halaman berikutnya >>