BandungKlik – Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki hamparan hijau savana yang indah dan memesona. Dikenal dengan sebutan Tegal Panjang, yang berlokasi di area Gunung Papandayan, Garut.

Bentangan savana hijau luas tersebut, menyajikan pemandangan lembah yang dipagari hutan hujan nan lebat, berlapis pegunungan yang menjulang. Rerumputan hijau tak henti bergoyang diterpa hembusan angin. Pohon-pohon dengan dahan khas yang meliuk-liuk menjadi hiasan eksotis di tengah padang Tegal Panjang.

Untuk menikmati keindahan surga dunia ini, dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Lanskap alamnya yang berbentuk lingkaran memanjang tak beraturan, di kelilingi hutan belantara, membuat pengunjung harus melintasi gunung, lembah, dan hutan untuk tiba di lokasi.

Cukup menantang untuk berpetualang ke sana. Jadi, siapkan carrier atau daypack, dan packing perbekalan layaknya naik gunung. Disarankan menggunakan sepatu gunung atau sneakers, jaket tebal, kantung tidur, tenda, perbekalan yang cukup, dan peralatan memasak.

Di samping itu, yang paling utama siapkanlah fisik yang prima, olahraga teratur, dan jaga kesehatan sebelum mengunjungi Tegal Panjang. Hal ini dikarenakan, wisatawan akan berjalan jauh dengan trek naik dan turun yang melelahkan.

Dua Jalur

Ada dua jalur untuk mencapai Tegal Panjang, yaitu melalui Gunung Papandayan dan Pangalengan. Kedua jalur ini memerlukan waktu enam jam tracking melintasi gunung dan hutan dari desa terdekat.

Jika melalui Papandayan maka berangkatlah menuju Desa Cisurupan. Namun, jika memulai dari Pangalengan, berangkatlah menuju Desa Cibatarua.

Silakan baca: Pantai Santolo, Panorama Favorit di Garut Selatan

Bagi wisatawan yang mencintai keindahan alam, jalur Papandayan menawarkan pemandangan alam yang lebih beragam, tetapi dengan trek yang lebih terjal. Perjalanan dimulai dari Pos 1; Camp David, hingga Pos 2, memakan waktu tiga jam.

 

Klik halaman berikutnya