Pemkab Ende Gelar Festival Kelimutu 14-16 Agustus 2021

danau kelimutu festival
Danau Kelimutu di Nusa Tenggara Timur. (kelimutu.id).*

 

BandungKlik – Pemerintah Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menggelar Festival Kelimutu pada 14-16 Agustus 2021. Salah satu tujuan festival ini adalah guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata setempat yang lesu akibat pandemi Covid-19.

Tujuan lainnya adalah sebagai upaya promosi pariwisata Ende untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Harapannya, ketika pandemi mereda, wisatawan dapat melancong kembali ke Ende.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Martinus Saban mengatakan, saat ini pemerintah daerah tengah mempersiapkan rencana festival tersebut.

“Kami sedang mempersiapkan Festival Kelimutu,” ujar Martinus, dikutip dari Antara, Senin (26/7/2021). “Rencananya akan digelar pada 14-16 Agustus 2021 mendatang.”

Festival Kelimutu menyuguhkan tiga atraksi utama, yaitu upacara adat Taga Kamba, Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata, dan Festival Budaya.

Selain atraksi utama, akan digelar juga atraksi lainnya, seperti festival kopi, kuliner, musik, dan demonstrasi pembuatan konten digital.

Mengingat masih pandemi, kata Martinus, rangkaian festival akan berlangsung dengan peserta terbatas. Oleh karena itu, penyelenggara juga mengagendakannya secara virtual sehingga masyarakat di wilayah lain dapat menyaksikan.

“Kami akan perkuat dari sisi virtual agar festival ini bisa dinikmati masyarakat di luar Ende,” ujar Martinus.

Festival Kelimutu merupakan salah satu event unggulan Nusa Tenggara Timur. Awalnya digelar bersamaan dengan Festival Florata. Akan tetapi, sejak 2012 penyelenggaraannya berlangsung secara mandiri di Kabupaten Ende.

Tujuan utama Festival Kelimutu tidak sebatas perayaan ritual Pati Ka pada Agustus setiap tahunnya, tetapi juga sebagai ajang promosi pariwisata.

Menurut kelimutu.id, ritual Pati Ka (Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata) adalah pemberian sesajen kepada leluhur di Danau Kelimutu yang dilakukan masyarakat adat Suku Lio. Masyarakat adat Lio meyakini danau danau tiga warna tersebut sebagai tempat peristirahatan jiwa-jiwa yang telah pergi. *

Silakan baca: Pesona Labuan Bajo Tak Hanya Pulau Komodo

Silakan baca: Menyusuri Keindahan Gua Batu Cermin di Labuan Bajo