Pemkab Demak Tiadakan Tradisi Sedekah Laut

tradisi sedekah laut demak
Tradisi sedekah laut di Kabupaten Demak. (dok.jatengprov.go.id).*

 

BandungKlik – Pemerintah Kabupaten Demak meniadakan tradisi sedekah laut tahun ini. Tradisi tersebut biasanya digelar pada hari ketujuh setelah Lebaran dan kerap dihadiri ribuan orang.

Salah satu alasan kuat tidak menggelar acara itu adalah faktor keamanan menyangkut protokol kesehatan Covid-19. Jika tetap digelar khawatir dapat menimbulkan klaster baru Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda.

Tidak digelarnya tradisi sedekah laut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Agus Kriyanto. Dikatakannya, penutupan lokasi sedekah laut dan syawalan sudah disepakati Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah.

“Jadi, evaluasi hingga saat ini memang belum diperkenankan membuka destinasi wisata,” ujar Agus, dikutip dari laman jatengprov.go.id, Rabu (19/5/2021).

Selama ini, tradisi sedekah laut menjadi daya tarik wisata khususnya di Kabupaten Demak. Tradisi ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah.

Agus berharap, masyarakat, pemerintah dan semua pemangku kepentingan mematuhi aturan yang ditetapkan sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19.

Tak hanya itu, Agus juga meminta masyarakat untuk bersabar menyaksikan event pariwisata dan budaya tersebut karena tahun ini tidak memungkinkan digelar. Kata dia, sementara destinasi wisata di Kabupaten Demak akan dikondisikan dalam keadaan bersih serta pihaknya mempersiapkan penerapan protokol kesehatan yang lebih baik lagi.

Menurut pantauan Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, saat ini lokasi wisata yang biasa menjadi tempat gelaran tradisi sedekah laut sudah mulai ramai pengunjung. Wisatawan belum banyak yang tahu bahwa acara rutin itu tak akan digelar tahun ini.

“Meskipun terdapat beberapa wisatawan yang terlanjur sampai ke lokasi. Namun kita sudah siapkan petugas dalam rangka pengawasan dan menyosialisasikan terkait penutupan tersebut. Karena keadaan kondisi Covid-19 hingga saat ini masih belum baik,” tutur Agus. *

 

Silakan baca: Telaga Madirda, Destinasi Wisata Alam dan Sumber Mata Air

Silakan baca: Mie Ongklok, Kuliner Primadona Wonosobo