BandungKlik – Pelaksanaan pengembangan dan pembangunan pariwisata di Jawa Barat (Jabar) dilakukan melalui penerapan 5A, yaitu aksesibilitas, akomodasi, atraksi, aktivitas, dan amenitas.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Benny Bachtiar di Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20/20/2022). Menurut dia, pariwisata merupakan sektor terpenting dalam pembangunan daerah. Tentunya, selain sebagai penggerak kegiatan ekonomi, pariwisata juga tercatat sebagai sumber pendapatan daerah.

Dalam acara rapat koordinasi tersebut, Benny mengatakan, Jawa Barat memiliki keunggulan komparatif berupa potensi wisata dan budaya yang sangat besar dan beranekaragam. Tak hanya wisata alam, tetapi juga wisata artifisial atau buatan dan ekonomi kreatif.

Sebagai upaya menyelesaikan target-target program prioritas pembangunan, pihaknya memiliki peran strategis dalam pencapaian visi dan misi Jawa Barat Juara. Antara lain Pariwisata Juara, Industri Kreatif Juara, dan Budaya Juara.

Program strategis

Menurut Benny, untuk mewujudkan tujuan tersebut, pada 2022 dan 2023 ada program strategis dalam peningkatan kunjungan wisatawan. Hal ini antara lain dilakukan dengan melestarikan kebudayaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti pengembangan pusat budaya dan pengembangan destinasi wisata di kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Kata Benny menegaskan,  di samping sektor pariwisata, Jabar juga memiliki potensi seni budaya lokal yang beragam dan menarik.

“Seni budaya juga berfungsi sebagai daya tarik wisata. Seni dan budaya Jawa Barat harus menjadi aset yang luar biasa dan dapat disinergikan dengan sektor pariwisata. Dengan demikian, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan,” tutur Benny, dikutip dari laman jabarprov.go.id.

Untuk mengefektifkan pembinaan dan pengemasan seni budaya Jawa Barat perlu dibuat kantong-kantong pelestarian dan pembinaan. Fungsinya sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata melalui pembangunan pusat budaya.

“Masalah seni budaya yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah masih kurangnya ruang ekspresi dan lemahnya upaya pelestarian. Dalam upaya mewujudkan Jawa Barat sebagai provinsi pariwisata dibutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan sinergi sektor kepariwisataan dan kebudayaan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” tutur Benny. *

Silakan baca:

Empat Produk Kriya Asal Jawa Barat Jadi Suvenir G20