BandungKlik – Patrakomala bakal menjadi jembatan dan media online antara pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dengan unsur pembangunan ekonomi yang disebut pentahelix.

Lalu, apa itu patrakomala?

Bagi masyarakat Kota Bandung, patrakomala sudah lama dikenal sebagai bunga hias yang cantik. Tanaman tersebut relatif mudah ditemukan di kota ini, bahkan boleh dibilang sudah menjadi khas.

Namun, patrakomala yang dihadirkan di sini merupakan sebuah portal informasi dan pemetaan yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Media ini dibangun untuk menghubungkan seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem ekonomi kreatif. Praktiknya, portal ini dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. Patrakomala akan menjadi penghubung pelaku ekonomi kreatif dengan akademisi, pengusaha, komunitas, media, dan pemerintahan, yakni lima unsur pembangunan ekonomi pentahelix.

Sistem informasi berbasis website ini hadir untuk mendata dan mengelola 16 subsektor ekonomi kreatif. Ini dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Bandung.

Kendati begitu, hadirnya patrakomala bukan berarti pendataan baru dilakukan. Namun, teknologi dapat membantu mempermudah pemerintah untuk menganalisis kebutuhan para pelaku ekonomi kreatif.

Informasi yang dihasilkan mudah diakses oleh semua pihak yang terlibat, mulai dari pemilik proyek, investor, pemangku kepentingan hingga masyarakat. Patrakomala juga memiliki fitur portal berita yang menyajikan berita terkini seputar kegiatan dan segala hal yang berkaitan dengan industri kreatif di Kota Bandung.

Pengguna dapat mencari bisnis ini seturut subsektor sektor ekonomi kreatif atau berdasarkan wilayah. Keunggulan Patrakomala antara lain bersifat open-Application Program Interface (API). Artinya, media ini terbuka untuk kolaborasi dan kerja sama dengan aplikasi digital lain sehingga bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.

Hal ini sekaligus menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku ekraf, penikmat ekraf hingga para programmer atau start-up bidang IT.

Adapun kegiatan luring (offline) yang dilakukan antara lain Patrakomla Coffee Club. Ini merupakan kegiatan inkubasi subsektor ekonomi kreatif, salah satunya subsektor musik. *

Silakan baca: 

Mengenal Sigaya Pinter, Aplikasi Cagar Budaya Kota Bandung