Pantai Wediombo DIY, Pasir Luas dan Kolam Alami Unik

Pantai Wediombo DIY
Sejumlah wisatawan sedang menikmati aktivitas dan sebagian berkumpul di atas kolam alami Pantai Wediombo. (Iwan Gunaesa/BandungKlik)

 

BandungKlik – Pantai Wediombo, salah satu destinasi wisata pantai menarik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pantai ini termasuk jajaran pantai di Kabupaten Gunungkidul yang terbilang unik. Lanskap pantainya landai, berpasir putih, dan dihiasi batu-batu alam yang besar.

Secara harfiah, nama Wediombo berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, Wedi artinya pasir dan ombo artinya luas. Jadi arti nama pantai Wediombo yaitu pasir yang luas. Hal itu memang sesuai kenyataan pantainya berpasir puth yang luas memanjang.

Dihiasi bebatuan besar di sepanjang garis pantai, bahkan ada yang membentuk kolam alami. Ternyata bebatuan tersebut berasal dari peristiwa geologi berupa aliran lava, breksi, dan retasan andesit gunung api purba yang diperkirakan berusia 40 juta tahun.

Kini batu-batu ini menjadi spot favorit para pengunjung, terutama untuk kegiatan swafoto. Paling populer bebatuan mirip kolam alami yang bisa dipakai berenang itu. Letaknya tak jauh dari bibir pantai, hanya terpisahkan batu karang.

Selain berfoto ria dan menikmati panorama, pengunjung pun bisa memancing ikan di atas batu karang. Awalnya memancing dilakukan penduduk setempat saja. Namun, sekarang banyak para mancing mania yang tertarik dan sering menghabiskan waktu di pantai ini.

Silakan baca: Embung Nglanggeran, Keindahan di Kaki Gunung Api Purba

Meski pesona Pantai Wediombo belum setenar Pantai Indrayanti, tapi banyak pengunjung yang mengaku senang berkunjung ke sana. Sebab suasana pantainya yang tenang dan tidak terlalu ramai, sangat pas sebagai tempat untuk relaksasi menghilangkan kepenatan.

Untuk mencapai lokasi pantai para pengunjung harus melewati puluhan anak tangga terlebih dahulu dari area parkiran. Karena posisi pantai berada di bawah permukaan rata-rata tanah di sekitarnya. Seperti berada di sebuah lembah.

Destinasi ini pun dilengkapi beragam fasilitas umum, antara lain warung-warung makan dengan aneka kuliner, area parkir, toilet dan kamar mandi yang bersih dan terawat, tempat ibadah, pusat informasi, layanan keamanan, toko pakaian, dan lainnya.

Sayangnya, Pantai Wediombo belum dilengkapi akomodasi penginapan. Sehingga pengunjung yang datang dari luar daerah, tak bisa menginap di sekitar lokasi untuk menikmati suasana malam Pantai Wediombo.

Rute Menuju Pantai Wedi Ombo

Menuju lokasi Pantai Wediombo bisa ditempuh dari beberapa jalur berikut ini. Patokannya hanya satu, yakni pertigaan Pasar Jepitu meski menggunakan jalur manapun.

  • Rute Jalur Utama Yogyakarta: Dari Jalan Raya Yogyakarta – Wonosari (arah Pantai Baron) menuju ke pertigaan Desa Mulo lalu belok kiri hingga bertemu pertigaan Pasar Jepitu. Dari situ belok kanan dan lurus terus hingga tiba di Pantai Wediombo.
  • Rute Jalur Tengah: Start dari Semanu – Giripanggung – Cuelo, hingga tiba di pertigaan lapangan bola lalu belok kanan sampai Pertigaan Pasar Jepitu. Dan belok kanan kemudian lurus terus hingga tiba di lokasi.
  • Rute Jalur Timur: Dimulai dari Praci lurus ke arah Kecamatan Rongkop/Baran. Kemudian ke arah selatan menuju Nglindur sampai bertemu pertigaan Pasar Ngrancah yang ada tugunya di tengah-tengah. Setelah itu belok ke kanan untuk menuju Pertigaan Pasar Jepitu, lalu belok kiri dan tinggal lurus ke lokasi.
  • Rute Jalur Alternatif: Perjalanan dari Jalan Raya Wonosari-Mulo ditujukan ke pertigaan Mulo, lalu lurus ke arah Pantai Baron. Dari sana, sekitar 1 km ada pertigaan dan belok kiri ke arah Pantai Kukup – Desa Tepus – pertigaan Pasar Jepitu. Kemudian belok kanan dan lurus terus menuju lokasi.

Dari pilihan rute di atas, jalur alternatif yang jaraknya paling jauh dan harus ditempuh dengan waktu yang cukup lama. Tapi ada kelebihannya jika melewati jalur tersebut. Wisatawan bisa sambil menikmati keindahan pantai lainnya sekaligus karena berada di sepanjang jalur alternatif ini.*