BandungKlik – Pantai Sundak mesti masuk daftar destinasi jika Anda liburan ke Yogyakarta. Selain indah, pantai ini terbilang unik dan punya cerita yang menarik.

Secara administratif, Pantai Sundak berada di Dusun Pule Gundes Desa Sidoharjo Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul. Masih di sekitar itu ada beberapa pantai yang layak dikunjungi, seperti Pantai Kukup, Drini, Krakal, dan Baron. Pantai yang disebut terakhir dilengkapi kawasan edukasi yakni Baron Technopark.

Seperti halnya Pantai Indrayanti, pesisir Sundak juga menyajikan panorama yang istimewa. Tebing karang di sebelah timur dan barat sangat indah untuk latar berfoto. Pasir putih yang terhampar di sana menambah keindahan pantai ini.

Meskipun garis pantainya tak begitu panjang tetapi panorama Pantai Sundak memanjakan mata. Kebersihan destinasi wisata ini juga selalu terjaga sehingga membuat pelancong nyaman berlibur.

Satu hal yang makin menambah betah tamasya di Sundak adalah adanya karang-karang kecil. Karang terhampar sampai 30 meter dari bibir pantai. Tak perlu khawatir, karang tersebut relatif rata dan permukaannya tidak kasar. Malah, terasa lembut saat diinjak. Sebab, karang diselimuti tumbuhan laut yang menyerupai rumput.

Tak syak lagi, Pantai Sundak menjadi destinasi favorit liburan di DI Yogyakarta. Mau bersama keluarga, teman-teman atau rombongan sekolah bakal makin seru. Namun, selama pandemi Covid-19 kunjungan ke destinasi wisata juga mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Silakan baca: Pantai Indrayanti, Primadona Wisata Bahari di Yogyakarta

Cerita nama Sundak

Sebetulnya, Pantai Sundak punya nama awal Wedimbedah yang artinya pasir terbelah. Itu dikarenakan saat musim hujan air dari daratan mengalir ke pantai lalu membelah pasir dan membentuk kontur layaknya sungai.

Lantas, kapan nama Sundak digunakan?

Jika biasanya nama pantai diambil dari kondisi alam atau mitosnya, Sundak justru populer karena fakta unik. Perkelahian dua hewan yaitu asu (anjing) dan landak memberi cerita menarik.

Ceritanya, sebagaimana dikutip dari visitingjogja, suatu ketika anjing milik warga lokal berlarian sembari mencari makan di sekitar pesisir. Setelah ke sana kemari, anjing tersebut menemukan landak di gua yang terbentuk dari batu karang. Perkelahian dua hewan beda jenis itu tak terelakkan lagi.

Akhirnya, anjing itu memangsa landak. Arjasangku—pemilik anjing, melihat peliharaannya keluar dari mulut gua sambil menggigit potongan tubuh landak. Ia merasa penasaran karena anjing miliknya juga basah kuyup.

Arjasangku pun segera memeriksa gua. Tak disangka, selain potongan tubuh landak ia juga menemukan mata air. Kabar ditemukannya mata air itu pun langsung menyebar di tengah penduduk yang sedang dilanda kekeringan. Mulai saat itu, sekitar 1976, nama Wedimbedah diganti Sundak.

 

Silakan baca: Pantai Wediombo DIY, Pasir Luas dan Kolam Alami Unik

Silakan baca: Melancong ke Pantai Ngandong Yogyakarta