Pantai Batu Hiu, Antara Legenda dan Tanah Lot

pantai batu hiu
Pantai Batu Hiu. (pangandarankab.go.id).*

 

Pantai Batu Hiu dikenal akan panoramanya yang indah dan khas, selain legendanya yang berkembang di tengah masyarakat.

 

BandungKlik – Panorama memukau Pantai Batu Hiu salah satunya tercermin pada bukit karang yang menjorok ke laut dan menghadap Samudera Hindia. Tak mengherankan, pantai ini acap disebut sebagai Tanah Lotnya Jawa Barat. Tanah Lot adalah destinasi wisata populer di Pulau Bali.

Selain kemiripian alam tersebut, terdapat sebuah batu karang di tengah laut yang bentuknya menyerupai ikan hiu. Dari bentukan batu alam itulah nama pantai ini berasal.

Secara administratif, Pantai Batu Hiu masuk wilayah Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat. Lokasi wisata pantai ini berjarak sekira 20 kilometer dari Pangandaran.

Pintu masuk utama objek wisata yang dirancang berbentuk kepala hiu besar bakal menyambut setiap wisatawan yang datang. Mereka seakan-akan sedang dalam rahang hiu ketika berjalan menuju pantai.

Pantai Batu Hiu termasuk objek wisata populer dan favorit di kabupaten termuda di Jawa Barat tersebut. Terutama saat akhir pekan dan musim liburan, pantai ini selalu banyak dikunjungi wisatawan. Vegetasi sejenis palem, yakni pandan wong yang asri di seputar pantai memberi nuansa teduh disertai siliran angin laut.

Meskipun tidak cocok untuk bermain atau berenang, Pantai Batu Hiu menawarkan panorama pesisir dan laut lepas yang spektakuler. Dari atas bukit, wisatawan dapat menyaksikan sekaligus mendengarkan gemuruh ombak. Pesona matahari tenggelam di cakrawala juga dapat disaksikan dari pantai ini sejauh mata memandang.

Silakan baca: Tujuh Wisata Pantai Terindah di Pangandaran

Legenda hiu

Di lokasi Pantai Batu Hiu terdapat sejumlah situs dan gua yang masing-masing punya daya tarik tersendiri. Akan tetapi, daya tarik pantai ini tak lepas dari sebuah legenda. Banyak cerita rakyat dan mitos yang dihubungkan dengan pantai tersebut.

Seturut cerita rakyat, pada abad ke-11, lokasi pantai ini dikunjungi bala tentara Kerajaan Mataram yang dipimpin Aki Gede dan Nini Gede. Mereka memutuskan untuk tinggal sementara di sekitar pantai. Salah seorang prajurit yang disebut Ki Braja Lintang mencari ikan untuk persediaan makan dan berhasil menangkap hiu.

Aki Gede dan Nini Gede yang mengatahui ihwal tangkapan hiu tersebut memerintahkan untuk mengembalikannya ke laut. Namun, ketika prajurit melepaskannya, ikan hiu tersebut berubah wujud menjadi sebuah batu hitam. Batu legam ini berada sekira 200 meter dari tepi pantai. Sayangnya, bentuk batu tersebut berubah seiring waktu karena faktor alam, seperti terkikis air laut. *

Silakan baca: Spot Selancar Favorit di Pantai Pangandaran