Nasi Tutug, Gak Ada Oncom Gak Rame

nasi tutug oncom
Nasi tutug oncom. (Opik Surya).*

 

BandungKlik – Sesuai namanya, nasi tutug oncom merupakan variasi dari hidangan nasi putih yang dicampur oncom goreng atau bakar yang ditumbuk (ditutug). Nasi tutug gak ada oncomnya gak rame.

Kuliner khas dari tatar Sunda khususnya di Tasikmalaya ini galibnya disajikan dalam keadaan hangat. Di beberapa daerah di Jawa Barat, nasi tutug oncom juga populer meski ada sedikit perbedaan dalam cara penyajiannya.

Tentu saja, oncom punya peran yang penting pada menu yang satu ini sekaligus yang bikin khas. Oncom merupakan sejenis olahan kedelai yang serupa dengan tempe. Bedanya, oncom memiliki tekstur yang lembek sehingga lebih sering dihancurkan saat proses pengolahannya.

Nasi tutug oncom memang sudah demikian akrab di telinga dan lidah para pencinta kuliner. Terlebih, sekarang menu ini banyak tersaji di warung-warung, kedai bahkan rumah makan. Harga yang ditawarkan pun beragam, bergantung pada lauk pauknya semisal ayam bakar, ayam goreng, telor dadar hingga jambal roti. Meski begitu, harga per porsi kuliner sedap ini boleh dibilang terjangkau dan tidak menguras isi saku.

Ketika menyantap nasi tutug oncom, perpaduan rasa gurih, asin, dan pulen demikian terasa di lidah. Terutama apabila oncom pecah dan hancur di dalam mulut, rasa gurih pun tak tertahankan lagi. Belum lagi tambahan ikan asin renyah dan lalapan yang disiram dengan sambal khasnya. Sebagai menu makan khas Tasikmalaya, tentu saja nasi tutug oncom banyak tersaji dan dijual di sana.

Nasi tutug oncom yang juga kerap disingkat nasi “TO” biasa disajikan di atas daun pisang. Meski bentuk penyajian nasi ini cukup beragam tetapi yang paling populer adalah dibentuk menyerupai kerucut seperti tumpeng. Selain itu, ada juga yang dicetak pada mangkuk terlebih dahulu sebelum dihidangkan. *

Silakan baca: Kuliner Khas Ramadan dari Berbagai Daerah untuk Berbuka

Silakan baca: Ragam Kuliner Khas Likupang dan Sekitarnya